oleh

Rizal Ramli.. Kunci Kesuksesan Ekonomi RI

indonesiakita.co – Mendengar nama Rizal Ramli tentu saja yang terlintas adalah sosok pengkritik kebijakan ekonomi yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Namun, siapa sangka, sosok yang akrab disapa ‘RR’ ini adalah tokoh yang kerap memberikan kritikan kepada siapapun pemerintahannya tanpa rasa takut, jika memang…kebijakan tersebut bahkan merugikan negara dan rakyat Indonesia.

Rizal selain dikenal sebagai seorang aktivis, ekonom, ia juga piawai dalam berbagai hal. Sepak terjangnya sebagai pejabat negara membuahkan hasil yang positif.

Sebut saja pada saat ia menjadi kepala Bulog, Menko Ekuin di era Gusdur, bagaimana cara Rizal membalikkan kondisi perekonomian dari minus menjadi plus dalam kurun waktu yang sangat singkat.

Sejumlah perusahaan plat merah juga ia perbaiki, mulai Garuda Indonesia, PLN, BNI serta Semen Gresik. Namun, apa yang dilakukannya tentu bukan berarti tidak mendapatkan sindiran dari banyak pihak.

Menariknya, mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB ini justru mengaku kerap menggunakan cara ‘out of the box’ pada kebanyakan langkah yang ia ambil. Menurutnya, pejabat harus memiliki terobosan, visi dan misi yang luas sehingga dapat menyelesaikan sebuah permasalahan.

“Ya… kita itu harus memiliki kemampuan out of the box dalam menyelesaikan permasalahan. Misal saja ekonomi, jadi kalau menyelesaikannya dengan cara buku dan konvensional, maka itu akan menghasilkan hal yang biasa saja. Mengapa? karena saya sewaktu menjadi menteri Kabinet Gusdur pernah menaikkan gaji pegawai negeri dua kali, sehingga membuat perputaran uang belanja bagi istri di rumah menciptakan pertumbuhan ekonomi, dan ini sangat simple sekali,” ujar Rizal, dikutip dari beberapa wawancaranya dengan media di Jakarta.

Bahkan di luar dugaan ia juga memiliki resep jitu untuk mengurangi tindakan korupsi di Indonesia, yang kerap dilakukan oleh politisi dan pejabat, yakni dengan membuat skema pembiayaan parpol oleh negara. Hal ini ia rumuskan agar politisi tidak lagi menjadi ‘sapi perah’ bagi partai, sehingga baik partai maupun politisi dapat menjalankan tugasnya masing-masing.

Adapun terkait kondisi saat ini, Rizal juga kerap memberikan kritikan. Misal saja soal peminjaman utang yang dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurutnya, Sri merupakan sosok yang memberikan langkah negatif bagi perekonomian Indonesia, dengan meminjam utang pada IMF dengan bunga yang tentunya di atas sejumlah negara- di Asean.

Diketahui, beberap waktu lalu, Menteri Sri Mulyani merencanakan peminjaman utang kepada IMF, dengan alasan jika terjadi pelebaran APBN di atas 3%. Rizal menilai langkah yang dilakukan justru memperburuk kondisi ekonomi RI.

“Aji mumpung… pinjem IMF lagi, situ yang jual angina sorga bisa narik Rp 11.000 triliun dari luar negeri. Dalam UU No.17 Tahun 2003, defisit maksimal 3%.. ini mau ditingkatkan jadi 5%, dasar ratu hutang! Tegasnya, dikutip dari akun Twitternya @RamliRizal, beberapa waktu lalu.

Namun demikian, niat baik Rizal untuk memperbaiki kondisi ekonomi di Indonesia tak serta merta mulus. Kritik dan cibiran dari para buzzer kerap dilontarkan padanya melalui cuitan di Twitter, namun menariknya, Rizal selalu menjawabnya dengan jantan.

Analis Politik Sebut Jokowi Diam-diam Ikuti Arahan Rizal Ramli

Analis politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang pada akhirnya mau mengikuti sebagian saran ekonom senior tersebut.

Jerry menilai, apa yang dilakukan oleh Jokowi mirip dengan apa yang disampaikan Rizal Ramli, terutama dalam hal realokasi anggaran pemerintahan untuk ketiga sektor kesehatan, pangan, dan daya beli dalam mengatasi dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia.

“Pertama, untuk mengalokasikan (realokasi) anggaran di sektor kesehatan. Tiga hari setelah Rizal Ramli bicara di TV, Presiden Jokowi akhirnya pada 20 Maret 2020 menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No 20 tahun 2020. Inpres tersebut adalah tentang “Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona” yang ditujukan untuk seluruh kementerian-lembaga dan Pemda,” kata Jerry Massie, hari ini di Jakarta.

Sementara itu yang kedua menurutnya, terkait sektor pangan, dimana sehari setelah acara ILC yang hadirkan Rizal Ramli, Jokowi pada 18 Maret 2020 langsung blusukan ke Gudang Bulog untuk memastikan ketersediaan bahan pangan utamanya beras dan meminta Dirut Bulog segera lakukan operasi pasar.

“Ketiga, untuk daya beli masyarakat miskin. Pada 22 Maret 2020, empat hari setelah Rizal Ramli bicara, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman akhirnya menyatakan, pemerintah akan menjamin perekonomian masyarakat yang terdampak wabah Covid-19,” ungkap Jerry.

Menurutnya, fakta bahwa kebijakan Jokowi dalam menangani dampak dari virus corona terhadap perekonomian Indonesia yang terlihat mirip dengan usulan Rizal Ramli.

Namun, Jerry juga mempertanyakan kinerja para menteri di bidang ekonomi dalam memberi kontribusi mengatasi persoalan ekonomi yang sangat serius. “Kalau memang diam-diam Jokowi ikuti arahan Rizal Ramli, selama ini para menteri ekonomi itu kerjanya apa?,” tanya Jerry.

Jelas sudah.. Rizal Ramli merupakan salah satu kunci dari perbaikan Ekonomi di Indonesia. (Penulis: Ananda)

Komentar

News Feed