oleh

Paslon Langgar Kampanye Pilkada, Sosialisasi Protokol Omong Kosong?

indonesiakita.coBadan Pengawas Pemilu Jawa Barat menemukan dugaan pelanggaran di empat daerah. Kondisi ini didapat selama satu pekan tahap kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 digelar.

“Ada di Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Bandung, Kota Depok, nanti bisa dikonfirmasi dengan Kabupaten Indramayu,” tegas Ketua Bawaslu Jawa Barat, Abdullah, kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa pelanggaran itu kebanyakan dilakukan pasangan calon dengan menggelar kegiatan yang dihadiri oleh jumlah orang dengan melebihi batas.

“Ini juga ada kegiatan sampai 70-90 orang, oleh pengawasan tingkat kecamatan direkomendasikan untuk dihentikan, diharapkan dioptimalkan melalui daring ya. Kita lakukan peringatan dulu, dua kali, lalu kalau dua kali tidak, kita rekomendasikan untuk mereka membubarkan diri,” tukasnya.

Sebelumnya diketahui, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mendesak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan sosialisasi protokol kesehatan Pilkada sebagaimana diamanatkan Peraturan KPU (PKPU) No 6 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

mengatakan, sosialisasi itu perlu dilakukan segera di masing-masing daerah dengan mengundang seluruh pemangku kepentingan daerah seperti TNI/ Polri, balon yang sudah mendaftar, pengurus partai pengusung, serta aparat penegak peraturan daerah, seperti Satpol PP.

“Saya akan memerintahkan jajaran saya untuk memonitor secara ketat pelaksanaan sosialisasi ini, dan segera berkoordinasi dengan KPU agar sosialisasi, khusus di tingkat daerah, berlangsung dengan baik,”tegasnya, (10/11/2020) lalu. (Waw)

Komentar

News Feed