oleh

Survei SMRC: Hubungan RI-China Suburkan Paham Komunis!

indonesiakita.co – Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan bahwa 25 persen responden menyatakan hubungan bisnis Indonesia dengan Tiongkok berpotensi menyuburkan paham yang paling dibenci di Indonesia.

Dimana SMRC memaparkan hasil survei berjudul Penilaian Publik Terhadap Isu Kebangkitan PKI.

“Yang percaya hubungan itu terkait dengan kebangkitan komunisme dan PKI di Indonesia sebanyak 26 persen,” ujar  Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas saat membeberkan hasil survei, Rabu (30/9).

Selain itu, sebanyak 47 persen responden survei yang sama menyatakan, hubungan Indonesia dengan Tiongkok tidak berpengaruh ke sisi ideologis, terutama dalam upaya menyebarkan paham komunis.

Adapun responden kelompok ini yang menganggap, hubungan Indonesia dengan Tiongkok sebatas urusan bisnis. Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “47 persen warga percaya bahwa hubungan dengan Tiongkok atau Tiongkok tidak ada kaitannya dengan kebangkitan komunis, melainkan untuk kepentingan ekonomi bersama,” jelas Sirojudin Abbas.

Selain itu, ada sebanyak 26 persen tidak menjawab atau tidak tahu terkait hubungan Indonesia dengan Tiongkok. Survei yang sama juga mencatat 14 persen responden meyakini adanya kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di tanah air.

Survei SMRC juga menjelaskan, bahwa sebanyak 36 persen responden tahu atau pernah mendengar isu bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI. Sisanya 64 persen merasa tidak tahu atas isu tersebut.

Dari 36 persen responden yang tahu isu kebangkitan PKI, setidaknya sebesar 38,7 persen dari yang tahu tadi, menyatakan setuju terhadap kebangkitan PKI.

Itu artinya, sebesar 14 persen dari total populasi responden survei SMRC menyatakan setuju terhadap kebangkitan PKI. “Jadi, artinya total populasi Indonesia yang tahu atau mengatakan setuju bahwa saat ini sedang ada kebangkita PKI di Indonesia. Itu ada 14 persen,” tutupnya.

Sebagai informasi, survei SMRC tersebut dilaksanakan pada 23-26 September 2020, terhadap seluruh warga indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Survei dilakukan melalui telepon dan populas responden sebanyak 1.203. Demi mendapatkan sampel yang proporsional, SMRC mengecek karakteristik dan dilakukan pemungutan di sampel terpilih. Diketahui, margin of eror survei diperkirakan antara kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.  (Waw)

Komentar

News Feed