oleh

Kejagung Periksa Suami Pinangki, Beberapa Kali Tukar Uang Dollar AS Hasil Suap Djoko Tjandra

indonesiakita.co – Direktur Penyidikan JAM Pidsus, Febrie Adriansyah mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap suami jaksa Pinangki, yakni Yogi Yusuf Napitupulu yang merupakan anggota polisi berpangkat AKBP.

Ia menjelakan, Yogi diperiksa dalam statusnya sebagai saksi untuk berkas istrinya Pinangki, Djoko Tjandra dan Andu Irfan Jaya.

“Sudah periksa soalnya persiapan Djoko Tjandra dan AIJ. Untuk keterangan kesaksian si Djoko Tjandra, Pinangki, AIJ,” tegasnya, di Kejaksaan Agung RI, Jakarta tadi malam.

Febri menambahkan, bahwa AKBP Yogi diperiksa di dalam kaitannya tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait uang gratifikasi Pinangki dari Djoko Tjandra. Pasalnya diketahui, Pinangki sempat meminta sang suami untuk menukarkan sejumlah uang dollar ke money changer. “Memang jadi terlihat lebih kental untuk TPPU (Jaksa Pinangki, Red),” tutupnya singkat.

Sebagai informasi, jaksa Pinangki memang sebelumnya disebut-sebut banyak melakukan penukanan uang dolar Amerika Serikat  menjadi rupiah, adapun uang tersebur didapat dari Djoko Tjandra.

Yogi merupakan salah satu pihak yang digunakan Pinangki untuk melakukan penukaran uang tersebut. Dimana hal ini terungkap saat jaksa penuntut umum (JPU) membacakan surat dakwaan terhadap Pinangki di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/9) lalu.

Selain itu, jaksa Pinangki sendiri menerima uang suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dari Djoko Tjandra melalui pengusaha Andi Irfan Jaya senilai 500 ribu dolar AS.

Kemudian, uang tersebut kemudian diberikan kepada advokat Anita Kolopaking sebesar 50 ribu dolar AS dan 337.600 dolar AS ditukarkan dalam rupiah.

Sisanya dibelanjakan Anita untuk urusan sewa apartemen.

“Pada 2019 sampai dengan 2020, terdakwa dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asaI-usul harta kekayaannya, yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi tersebut, telah menukarkan sejumlah mata uang dolar Amerika Serikat sebanyak USD337.600 dengan total nilai penukaran menjadi mata uang ruplah sebesar Rp4.753.829.000 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut,” kata Jaksa, beberapa waktu lalu.

Setidaknya, ada sejumlah nama yang dimintai Pinangki untuk menukarkan uang.

Termasuk sopirnya, Sugiarto yang tercatat menukarkan dolar tersebut ke Dolarindo Money Changer, Dolar Asia Money Changer, dan Tri Tunggal Devalas Blok M Plaza, yang ketiganya terletak di kawasan Jakarta Selatan.

“Terdakwa memakai Sugiarto atau sopir terdakwa, Beni Sastrawan atau staf suami terdakwa yang merupakan anggota Polri, dan Dede Muryadi Sairih maupun menggunakan nama lainnya,” jelas jaksa, mengungkapkan dalam persidangan.

Terungkap, dalam modus menukarkan uang, Pinangki kerap mengingatkan kepada Sugiarto agar setiap penjualan dolar AS tidak melebihi Rp500 juta.

Hal itu agar terhindar dari pantauan PPATK.

Dengan begitu, Sugiarto tercatat menukarkan dolar tersebut mencapai 15 kali senilai 280 ribu dolar AS menjadi Rp3,9 miliar.

Tak hanya itu, Pinangki juga meminta suaminya AKBP Yogi untuk menukarkan dolar AS hasil uang haram itu.

Yogi lalu memerintahkan stafnya Beni Sastrawan yang merupakan anggota Polri itu untuk memfasilitasi keinginan sang istri. Setidaknya, Beni melakukan empat kali transaksi sebanyak 47.600 dolar AS menjadi Rp696.722.000.

Dalam persidangan, Pinangki juga meminta seseorang yang namanya sudah dilupakannya untuk menukar 10 ribu dolar AS menjadi Rp148,7 juta.

“Sehingga nilai total keseluruhan penukaran mata uang yang dilakukan oIeh terdakwa pada periode 27 November 2019 sampai dengan 7 Juli 2020 adalah sebesar USD337.600 menjadi mata uang rupiah sebesar Rp4.753.829.000,” tutup Jaksa, saat itu.

 

Komentar

News Feed