oleh

Pilkada di Tengah Pandemi Corona, Rizal Ramli: Utamakan Kemanusiaan, Ingat Pancasila!!

indonesiakita.co – Tokoh nasional Rizal Ramli menilai sudah seharusnya Pilkada serentak 2020 dihentikan. Mengingat jumlah positif covid-19 semakin meningkat, anggaran juga bisa digunakan untuk hal yang lebih penting terkain penanganan pandemi corona.

Menurutnya, langkah yang dilakukan pemerintah hingga saat ini masih belum efektif. “Bagaimana bisa effektif..srategi tidak berubah, yang ada hanya tambah kontrol dan kuasa, dan ngomong segerobak,” tegas Rizal, hari ini.

Ia pun merasa heran, pasalnya apa yang dilakukan pemerintah masih jauh dari keilmuan, yang seharusnya menjadi andalan utama dalam melakukan penanganan saat ini.

“Tidak andalkan science, tidak ada ahli2 epitomologi andal, hanya lulusan Bizz school yang hanya bagus bikin bahan presentasi..ambyaaar andalan,” ketusnya.

Adapun saat ini diketahui, presiden Jokowi kerap meminta sejumlah menteri kabinet untuk melakukan kontrol, dan keseriusan dalam menghadapi serta mencari solusi pandemi corona. Namun… lagi-lagi, Rizal menyebut kontrol tersebut hanya omong semata. “Disini Kontrol semua, efektifitas zero, ngomong segrobak,” tambahnya.

Dimana dalam akun Twitternya @RamliRizal, mantan Menko Maritim ini mengunggah sebuah media asing dari wsj.com, yakni bagaiman semua pihak belajar dari Korea Selatan dalam menghadapi pandemi corona, dimana dalam artikel tersebut Korea Selatan banyak menggunakan teknologi.

Selain itu, Rizal Ramli juga menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang menyebutkan, bahwa pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) dan Kementerian/Lembaga secara virtual. “Pilkada merupakan program padat karya yang dapat menjadi stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Tito dikutip dari siaran pers Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jumat (25/9/2020).

Namun, bagi Rizal justru penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi akan berdampak buruk bagi keselamatan masyarakat.

“Mas Tito benar: Biaya negara 20 Trilliun. Biaya dari peserta sekitar 10xnya. Total stimulus sekitar 200T. Tapi resiko kematian covid besar. Utamakan kemanusian, ingat Pancasila !! Jangan pidato doang, Undur,,,!,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed