oleh

Bawaslu Sebut Sumbar Paling Rawan di Pilkada 2020

indonesiakita.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat Sumatera Barat (Sumbar) sebagai provinsi dengan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) tertinggi pada gelaran Pilkada Serentak 2020.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin (Afif) mengatakan hal itu dalam jumpa pers daring di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Ia menyebutkan, Sumbar memiliki IKP sebesar 87,52, lebih tinggi dari Sulawesi Utara (87,13) dan Jambi (78,55). Skor dihitung dengan indikator 0 sampai 100 dengan kerawanan tertinggi.”Kerawanan utamanya ada di Sumatera Barat secara keseluruhan. (Kemudian) Sulawesi Utara dan Jambi. Nah, ini tiga besarnya,” katanya.

Bawaslu menentukan IKP berdasarkan empat dimensi, yaitu konteks sosial politik, pemilu yang bebas dan adil, kontestasi, serta partisipasi. Bawaslu juga membuat peringkat kerawanan di masing-masing dimensi tersebut.

Pertama, dimensi konteks sosial politik yang ditentukan relasi kuasa di tingkat lokal, keamanan lingkungan, serta otoritas penyelenggara pemilu dan negara. Jambi (92,24), Sulawesi Utara (91,62), dan Sumbar (84,41) menjadi tiga daerah dengan IKP tertinggi pada dimensi ini.

Kedua, dimensi pemilu yang bebas dan adil. Dimensi ini dipengaruhi hak pilih serta dukungan teknologi dan sistem informasi. Sulawesi Utara (87,56), Sumbar (79,33), dan Jambi (71,90) jadi tiga provinsi paling rawan.

Pada dimensi kontestasi, tiga provinsi paling rawan adalah Sumbar (93,59), Bengkulu (86,47), dan Sulawesi Utara (74,88). Dimensi ini dipengaruhi oleh hak politik dan proses pencalonan.

Sementara dimensi partisipasi dipengaruhi faktor partisipasi parpol dan partisipasi politik. Di dimensi ini, Sumbar menjadi provinsi paling rawan dengan indeks mencapai 100. Disusul Sulawesi Utara (97,69) dan Kalimantan Tengah (94,62).

Selain itu, Bawaslu juga menghitung indeks kerawanan terkait pandemi Covid-19. Indeks ini dipengaruhi sembilan faktor yang berkaitan dengan kondisi penyebaran virus corona di suatu daerah.

“Untuk provinsi yang paling rawan dari aspek pandemi, pertama kerawanan tertinggi Kalimantan Tengah dengan 95,56, kemudian Sumbar dengan 94,44, dan Sulawesi Utara 90,0,” Afif menambahkan. (Waw)

Komentar

News Feed