oleh

Soal Ambang Batas, Rizal Ramli: Money Politics Jadi Dominan!

  1. indonesiakita.co – Tokoh nasional Rizal Ramli mengungkapkan bahwa

jika Presidential Threshold masih digunakan pada Pemilu selanjutnya, maka akan melanggengkan apa yang dia sebut demokrasi kriminal.  Hal ini ia sampaikan saat menghadiri sidang virtual gugatannya di Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini.

“Demokrasi bukan hanya prosedural, tapi juga berubah menjadi demokrasi kriminal, ranah money politics jadi dominan,” tegasnya.

Mantan Menko Maritim ini meyakini, basis demokrasi kriminal bersumber dari ambang batas, yakni 20 persen. Dengan demikian, calon kepala daerah hingga kepala negara dipastikan membutuhkan dana besar.

“Pemilihan bupati saja butuh dana Rp 20 M sampai Rp 40 M, gubernur jauh lebih mahal, apalagi presiden. Sehingga calon yang tak punya uang tak fokus kepada rakyat, malah ke bandarnya,” jelasnya.

Selain itu tambah Rizal, ambang batas presiden juga akan menghambat calon pemimpin yang memiliki integritas, namun tidak memiliki dana besar untuk mencalonkan diri.

“Hal ini (ambang batas presiden 20%) menghambat munculnya tokoh kapabel yang memiliki integritas untuk masuk kompetisi demokratis, Ini kesempatan bersejarah mengubah Indonesia untuk menciptakan sistem demokrasi dan amanah jadi kita bisa muncul di berbagai level,” pungkasnya. (Fel)

Komentar

News Feed