oleh

Kejaksaan Terus ‘Kilik’ Jaksa Pinangki Soal Inisial DK

indonesiakita.co – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa jaksa Pinangki Sirna Malasari. Kali ini ia diperiksa selama empat jam terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk terpidana Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Kepada wartawan, kuasa Hukum Pinangki, Jefrie Moses mengatakan pemeriksaan hari ini terkait dengan seseorang berinisial DK.”Hanya ditanya soal DK ini kenal tidak. Sekitar 20 pertanyaan,” ujarnya, di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung seusai mendampingi kliennya diperiksa, Senin (14/9/2020)

Ia menyebut, bahwa Pinangki mengaku tak kenal seseorang berinisial ‘DK’ tyang dimaksud jaksa penyidik. Jefri menuturkan ada inisial-inisial lain yang jaksa penyidik tanyakan kepada kliennya, namun tak mendalam seperti saat bertanyaan seputar DK.”Ibu tidak kenal. Mbak Angki tidak kenal. Semua ditanyakan tapi kan memang fokusnya tadi ke DK,” ungkapnya.

Adapun pemeriksaan terhadao Pinangki selesai pada pukul 19.30 WIB tadi. Hari ini, agenda pemeriksaan dirinya dimulai pukul 14.33 WIB. ia menghadiri ruang pemeriksaan dengan mengenakan setelan gamis yang dilapisi rompi tahanan warna pink. Pinangki juga memakai kerudung panjang hitam bermotif bunga.

Namun, saat ditanya awak media Pinangki enggan mengeluarkan pernyataan, dan langsung digiring oleh dua petugas berbaju dinas coklat untuk diantarkan ke rutan dengan mobil.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung terus mengusut siapa saja yang terlibat dalam pengurusan fatwa Mahkamah Agung untuk terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra.

Adapun saat ini, Kejagung sedang mencari inisial DK yang diduga turut membantu jaksa Pinangki Sirna Malasari dan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking memuluskan rencana fatwa MA itu.

Dimana perihal inisial DK sebelumnya sempat disinggung Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Boyamin mengatakan KPK perlu menelusuri sejumlah inisial nama yang sering disebut oleh Pinangki, Anita, dan Djoko Tjandra dalam kasus ini.

“KPK perlu mendalami berbagai inisial nama yang diduga sering disebut PSM, ADK, dan JST dalam rencana pengurusan fatwa, yaitu T, DK, BR, HA, dan SHD. KPK hendaknya mendalami peran PSM yang diduga pernah menyatakan kepada ADK, intinya pada hari Rabu akan mengantar R menghadap pejabat tinggi di Kejagung,” tegasnya, beberapa waktu lalu. (Waw)

Komentar

News Feed