oleh

Kisruh PSBB, Fadli Zon Sebut Ada yang Berotak dan Berhati Kecil!

indonesiakita.co – Kisruh pemerintah pusat dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal penerapan PSBB masih menjadi sorotan publik. Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon angkat bicara.

Hal ini diketahui, saat ia menanggapi cuitan Eks Ketua Mahkamah Konstitusi Jumly Asshiddiqie di Twitter. “Untuk pelajaran ke depan, baiknya menteri-menteri dan pejabat pusat jangan lagi buat statement asal beda dengan gubernur, terutama DKI,” kata Jimly lewat akunnya @jimlyas.

Selain itu, Jimly meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa meluruskan perbedaan pendapat tersebut antara pemerintah pusat dengan daerah. Ia juga berpesan kepada pemerintah daerah untuk mengetahui batasan wewenangnya. Sebab, pemerintah daerah merupakan subsistem dari pemerintah pusat.

Pemerintah pusat kok beroposisi ke Pemda. Aneh, lucu dan bahaya. Baiknya presiden luruskan dan pemda juga tahu posisi sebagai subsistem,” ungkap Jimly.

Tanpa basa basi, Fadli Zon memberikan sindiran atas kisruh tersebut. “Negara ini memang terlalu besar untuk mereka yang berotak dan berhati kecil,” ungkap Fadli Zon.

Diketahui sebelumnya, Anies Baswedan memutuskan untuk menarik ‘rem’ darurat di tengah merebaknya virus Covid-19. Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti di masa awal pandemi Maret lalu kembali diterapkan.

Artinya, dengan kebijakan ini, maka Jakarta kembali mengencangkan pembatasan kegiatan yang sempat dilonggarkan saat PSBB transisi.

Segala sektor yang sempat diizinkan dengan ketentuan pengurangan kapasitas dan protokol kesehatan lainnya kembali harus ditutup.

Keputusan Anies tersebut mendapatkan perlawanan dari banyak pihak. Salah satunya Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto yang menolak perkantoran menjalani work from house (WFH) 100 persen. (waw)

Komentar

News Feed