oleh

Ada Nama ‘DK’ di Proposal Jaksa Pinangki, Siapa dia??

indonesiakita.co – Kasus perkara pengurusan proyek bebas terpidana Djoko S Tjandra melalui fatwa Mahkamah Agung (MA) yang diajukan Jaksa Pinangki Sirna Malasari pada November 2019 lalu terus didalami oleh Kajaksaan Agung (Kejagung).

Adapun saat ini, dalam dokumen proposal yang didapatkan tim penyidik ada sosok berinisial DK yang diduga berkaitan dengan upaya pembebasan Djoko Tjandra saat masih berstatus buron.

“Kami enggak tahu (identitas DK), yang jelas DK itu ada data, singkatannya DK. Makanya kami lagi cari, DK ini siapa,” tegas Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah, kepada wartawan di Gedung Bundar, Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Ia juga menjelaskan, bahwa pihak penyidik sempat menanyakan inisial nama tersebut kepada Pinangki saat menjalani pemeriksaan. Namun sejauh ini, kata Febrie, Pinangki belum mengungkapkan sosok tersebut.

Febrie menambahkan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk menelusuri identitas dari inisial yang tercantum itu.”Jangan-jangan dia (penyidik Bareskrim) tahu nama DK. kan di sana nyidik juga,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak agar KPK turut mendalami sejumlah nama lain yang diduga sering disebut Pinangki, Djoko Tjandra dan pengacaranya, Anita Kolopaking dalam kasus rencana pengurusan fatwa MA.

Sejumlah nama itu masing-masing berinisial T, DK, BR, HA dan SHD.

Meskipun demikian tidak diketahui identitas lebih lanjut terkait dengan inisial-inisial nama yang disodorkan MAKI itu. Selain itu, tidak diketahui juga mereka berasal dari instansi atau unsur masyarakat mana.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan pihaknya juga menemukan ada aktivitas percakapan antara Pinangki dan Anita Kolopaking yang kerap menyebut istilah ‘bapakku’ dan ‘bapak mu’.

“KPK hendaknya mendalami peran PSM yang diduga pernah menyatakan kepada ADK intinya pada hari Rabo akan mengantar R menghadap pejabat tinggi di Kejagung,” tegas MAKI. (Waw)

Komentar

News Feed