oleh

Analis Sebut Kinerja Menteri Jokowi Memble!

indonesiakita.co – Analis politik dari Political and Public Policy Studies  Jerry Massie menilai, kinerja para menteri Jokowi tak sesuai dengan harapan masyarakat. Terlebih, saat ini setidaknya ada 59 negara yang melarang WNI masuk ke negara mereka, di antaranya Jepang, UEA, Australia, Amrerika Serikat, Finlandia, dan Malaysia.

“Banyak korban di luar negeri contoh pembantaian terhadap ABK (anak buah kapal) Indonesia oleh warga Cina. Seperti tiga ABK yang dibuang ke laut di kapal Longxing. Tapi punisment atau ganti rugi seperti apa tak jelas. Kita tak berani berbuat apa-apa,” tegasnya, kemarin di Jakarta.

Sebagaimana diketahui, menurut data jaringan buruh migran, sepanjang 2017, ada sekitar 217 tenaga kerja Indonesia yang meninggal di luar negeri. Mereka meninggal banyak di antaranya karena dianiaya dengan palu, disiram dengan air panas, dan kekerasan lain.

Namun demikian, Jerry menyebut bahwa penyelesaian masalah tersebut tak pernah tuntas. Ia kemudian membandingkan apara menteri d era Soekarno dan Soeharto.

Ia juga menyebut nama diplomat ulung asal Manado Lambertus Nicodemus Palar yang memperkenalkan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa, kemudian Soedarsono (wakil RI di India) dan

Alexander Andries Maramis Menlu Pemerintahan Darurat Republik Indonesia ) serta Soemitro Djojohadikoesoemo.

Kebetulan Soemitro waktu itu sedang berada di New York lantaran diundang Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru.

Palar dan delegasi RI lainnya menghadiri Konferensi Inter-Asia di New Delhi pada 20-23 Januari 1949 yang khusus membahas persoalan Indonesia.  Forum sepakat meminta PBB untuk secepatnya turun-tangan.

Palar sendiri terus melobi PBB di New York dan di berbagai kesempatan. Harry Poeze dalam buku Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda 1600-1950 (2008) mencatat bahwa atas desakan-desakan itu, Dewan Keamanan  PBB menyerukan kepada pihak-pihak yang bertikai agar meletakkan senjata.

“Kita punya banyak menteri dan diplomat ulung, di era itu. Saat ini… sama sekali belum menujukkan dan membanggakan kita,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed