oleh

Omongan Jokowi Sulit Dipercaya, Mulut Bicara Covid-19, Faktanya Lebih ke Ekonomi!

indonesiakita.co – Pernyataan Jokowi yang mengaku lebih mengutamakan penanganan covid-19 disanggah oleh Din Syamsuddin. Menurut deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), apa yang dikatakan mantan gubernur DKI itu tidak sesuai dengan faktanya.

Bahkan, menurutnya pemerintah tidak serius mengurusi sektor kesehatan dalam penanganan Covid-19. Misalnya soal anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk penanggulangan pandemi Covid-19. Yakni sebesar Rp 87,5 triliun atau 10 persen dari total anggaran sekitar Rp 900 triliun. Dari Rp 87,5 triliun, kata Din, hanya Rp 25,7 triliun yang diserap melalui Kemenkes.

“Pernyataan Presiden Jokowi bahwa pemerintah mengutamakan penanganan masalah kesehatan daripada stimulus ekonomi, hanyalah retorika politik belaka tanpa bukti nyata,” tegasnya, kemarin di Jakarta.

Din juga menambahkan, bahwa insentif pemerintah untuk usaha dan pajak sebesar Rp 120,61 triliun, subsidi dan hibah UMKM sebesar Rp 123,47 triliun, dan tambahan PMN BUMN sebanyak Rp 14 triliun. “Fakta yang ada, seperti ditulis pengamat, justru sebagian besar dari anggaran itu dialokasikan untuk menanggulangi perekonomian,” tambahnya.

Adapun dengan kebijakan tersebut, menurut Din, rakyat terpaksa menyelamatkan diri sendiri. Bersusah payah membayar biaya tes cepat dan tes swab. “Fakta lain, Indonesia berada pada urutan terburuk keempat dari bawah dalam penanggulangan Covid-19 di antara negara-negara di dunia dan menurut pemberitaan media sudah 68 negara menolak WNI masuk, karena persebaran Covid-19 di Indonesia semakin mendaki dan belum ada tanda-tanda melandai,” ketusnya.

Ia juga menambahkan, bahwa KAMI menuntut agar pemerintah serius bekerja. ‚ÄúTidak dalam kata-kata, tetapi dalam perbuatan nyata, dan jangan suka mengumbar janji tanpa bukti,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, Jokowi meminta para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju mengutamakan aspek kesehatan dibanding ekonomi dalam penanganan Covid-19. Presiden Ketujuh RI itu menegaskan, kesehatan menjadi kunci. Menurutnya, tanpa kesehatan masyarakat yang baik, ekonomi tak akan membaik. “Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik. Artinya fokus kita tetap nomor satu adalah kesehatan,” ujar Jokowi. (Fel)

Komentar

News Feed