oleh

Kampanye Pilkada Hanya Boleh Dihadiri 100 Orang, Ini Alasannya

indonesiakita.co – Peserta Pilkada 2020 diperbolehkan untuk melakukan kampanye terbuka pada masa pandemi Covid-19. Namun, ada syarat dan ketentuan jumlah orang yang hadir, yakni maksimal 100 orang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman yang menyebutkan, bahwa baik pasangan, maupun pendukung menjaga protokol kesehatan. ”Kampanye yang dihadiri secara fisik oleh peserta dibatasi paling banyak 100 orang,” kata Arief Budiman dalam konferensi pers secara virtual dari Kantor KPU, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Ia mengatakan, bahwa kebijakan itu telah disepakati dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi dengan tema “Lanjutan Pembahasan Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak” melalui video conference.

“Untuk pertemuan terbatas, yaitu kampanye dalam bentuk kegiatan pertemuan terbatas atau dialog dibatasi 50 orang yang bisa hadir secara fisik, selebihnya dapat dilakukan secara daring,” tegasnya.

Selain itu, untuk kegiatan debat publik dalam satu ruangan debat publik juga dibatasi maksimal 50 orang.”Jadi, kalau ada dua pasangan calon, data maksimal 50 orang itu harus dibagi untuk dua kontestan. Kalau ada tiga pasangan, kemudian yang 50 orang tadi dibagi untuk tiga kontestan, begitu seterusnya,” sambung Arief.

Adapun aturan itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada bahwa rapat umum tetap menjadi bentuk kampanye para kontestan. Dimana Undang-undang ini, jelasnya, tidak membatalkan bentuk kampanye itu.

“Maka, KPU tidak bisa menghilangkan metode kampanye yang sudah ditetapkan UU, tetapi pihaknya mengatur dengan mematuhi protokol kesehatan. Itulah mengapa rapat umum kami atur, bahkan seluruh kegiatan kampanye ada ketentuan awal agar dilakukan secara daring,” tambahnya.

Namun demikian, jika tidak bisa dilakukan secara daring, pertemuan fisik diatur dengan protokol kesehatan agar semaksimal mungkin tidak menimbulkan penyebaran Covid-19. Namun, menurut dia, hal tersebut juga membutuhkan kepatuhan pihak penyelenggara, peserta pemilu, dan pemilih.

Menurut data KPU, masing-masing daerah juga bervariasi dalam jumlah pasangan calonnya.”Paling sedikit hanya satu pasangan calon yang terdapat di 28 daerah atau biasa disebut pasangan calon tunggal. Paling banyak itu ada lima bakal pasangan calon yang ada di 11 daerah. Selebihnya, terdistribusi ke daerah-daerah yang ada 2-4 bakal pasangan calon,” pungkasnya.

Sebagai informasi, masa kampanye akan berlangsung pada 26 September sampai 5 Desember 2020 atau selama 71 hari. (Waw)

 

Komentar

News Feed