oleh

Begini Reaksi Kejaksaan Saat KPK Akan Ambil alih Kasus Jaksa Pinangki

indonesiakita.co – Komisi Pemberantasan Korupsi akan mengambil-alih kasus suap Djoko Tjandra, yang menimpa Jaksa Pinangki. Namun tampaknya, pihak kejaksaan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Mengambil alih supervisi dan sebagainya, itu perintah Undang-undang. Tetapi, kan tidak cuma diambil alih,”

Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Ali Mukartono, kepada wartawan, kemarin.

Ia juga mengatakan, bahwa langkah tersebut sesuai dengan perintah Undang-undang. “Sepenuhnya nanti kewenangan KPK, bukan hanya dari kejaksaan, kepolisian juga semacam itu. Kita jalankan dulu, tunggu perkembangannya,” ungkapnya.

Adapun nantinya, dalam melakukan supervisi akan melihat apakah proses penyidikan kasus korupsi Jaksa Pinangki dan Djoko Tjandra oleh tim penyidik jaksa on track atau tidak. “Itu ada dalam Pasal 10 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, ada syarat-syaratnya,” ujar Deputi Penindakan KPK, Karyoto

Ia mengatakan, bahwa apabila salah satu syarat dalam Pasal 10 UU 19/2019 tidak dipenuhi. Maka, sangat memungkinkan KPK untuk mengambil alih perkara tindak pidana korupsi yang menyeret Jaksa Pinangki dan Djoko Tjandra. “Tetapi kalau semuanya berjalan dengan baik, profesional, ya kita tidak akan melakukan itu (supervisi),” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jaksa Pinangki ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi berdasarkan bukti permulaan yang cukup pada Selasa malam, 11 Agustus 2020. Sebab, Pinagki sebagai pegawai negeri diduga menerima hadiah atau janji.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Pinangki langsung ditahan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut selama 20 hari sejak penangkapan pada Selasa malam, 11 Agustus 2020.

Selanjutnya, Djoko Tjandra juga tersangka kasus korupsi dengan sangkaan Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001, atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara, tim penyidik jaksa telah melakukan penggeledahan di empat tempat dalam rangka pengembangan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Jaksa Pinangki.

Empat lokasi penggeledahan di antaranya dua apartemen daerah Sentul Bogor, Jawa Barat dan Jakarta. Selain itu, dealer mobil juga digeledah. Bahkan, tim penyidik menyita satu buah mobil mewah BMW seri X5 yang dibeli Pinangki tahun 2020. (Waw)

Komentar

News Feed