oleh

TNI Berikan Ganti Rugi Sebesar Rp549 Juta Terkait Perusakan di Polsek Ciracas

indonesiakita.co – Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyatakan pihaknya telah mengeluarkan dana sebesar Rp594.026.000, terkait kasus perusakan yang terjadi di Polsek Ciracas, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Adapun dari jumlah tersebut, setidaknya Rp591.776.000 diberikan kepada warga sipil yang juga tekena imbas akibat peristiwa itu.

“118 orang total melapor ke pokso yang ditutup kemarin. Tinggal dua lagi masing-masing Rp 1.000.000 dan Rp 1.250.000,” tegasnya, kemarin.

Selain itu, masih ada dua warga sipil lagi yang belum menerima ganti rugi tersebut, pertama atas nama Karyanto senilai Rp 1 juta. TNI telah menghubungi Kayanto yang saat ini pulang kampung ke Cilacap, Jawa Tengah. “Kedua, atas nama Aldi Gunawan. Uang ganti rugi dan santunan sebesar Rp 1,25 juta. Uang tersebut akan diserahkan rencananya 7 September 2020,” ungkapnya.

Diketahui, dua di antaranya merupakan anggota Polri. Dudung menyebut, penanganan ganti rugi yang dialami kepolisian dipisah dengan warga sipil. “Khusus Polri sudah direkap oleh Kapolres,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu dini hari itu dipicu hoaks pengeroyokan anggota TNI di Pertigaan Arundina, Cibubur.
Oknum-oknum prajurit TNI itu juga merusak kendaraan dan lapak warga sipil di sepanjang Jalan Raya Bogor mulai dari Polsek Ciracas hingga Pertigaan Arundina.

Aparat TNI-Polri mengusut cepat insiden tersebut. Pomdam TNI telah menetapkan 29 prajurit sebagai tersangka dugaan penyerangan dan perusakan di kawasan Ciracas. Mereka juga langsung ditahan di Rutan Pomdam Jaya. (Waw)

Komentar

News Feed