oleh

Tiba-tiba Bamsoet ‘Intip’ Bisnis Tato, Ada Apa??

indonesiakita.co – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, tato sebagai sebuah seni jangan lagi terdegradasi menjadi simbol kriminalitas maupun ugal-ugalan. Untuk itu, pembuat dan orang yang ditato wajib menjaga perilaku diri, karena mereka adalah cerminan.

“Terpenting, jangan jadikan tato sebagai simbol menakut-nakuti orang maupun gagah-gagahan,”ujarnya, dilokasi pembuat tato milik Hendric Shinigami, di Jakarta, kemarin.

Politisi Golkar ini kemudian menceritakan, bahwa tato memang sudah ada sejak jaman dahulu kala. Bahkan di Indonesia ada berbagai macam suku yang menggunakan tato.

“Di dekade 1980-an, tato terdegradasi menjadi simbol kriminalitas lantaran banyaknya penjahat yang bertato. Bahkan pernah geger kehadiran Petrus (penembak misterius) yang menyasar orang-orang bertato. Seiring berjalannya waktu, image tersebut luntur. Tato kini menjadi bagian dari seni dan gaya hidup. Banyak orang mentato tubuhnya untuk menegaskan sebuah prinsip hidup. Namun sebagai muslim, dalam ajaran agama saya, tato dilarang,”ungkapnya.

Sementara itu, Hendric Shinigami mengaku sampai saat ini masih banyak orag yang ingin ditato di tempatnya. “Penggemarnya makin banyak tiap tahunnya,” tegasnya.

Namun menurutnya, bisnis tato tidak sama dengan bisnis lain pada umumnya. “Karena ini kerja seni, maka untuk mendapatkan hasil yang maksimal tidak bisa tergesa-gesa. Sama seperti melukis,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed