oleh

Paslon Abaikan Protokol Kesehatan, Pilkada 2020 Diminta Stop!

indonesiakita.co – Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti berharap rangkaian Pilkada 2020 dihentikan. Pasalnya, masih banyak calon pasangan yang melakukan aksi konvoi dan tidak menjaga protokol kesehatan di tengah pandemi corona.

“KPU, Bawaslu dan Gugus Tugas tidak perlu ragu-ragu untuk menghentikan pendaftaran jika memang protokol Covid-19 diabaikan,” tegasnya, dikutip dari keterangan resminya, hari ini.

Adapun menurutnya, KPU dan Bawaslu harus melakukan evaluasi lantaran aturan dengan penerapan di lapangan mengenai protokol covid pada Pilkada 2020 berbeda. Apalagi, ini dinilai masih tahapan pendaftaran paslon.

“Mengingat bahwa pendaftaran paslon cakada/cawakada masih akan berlangsung hingga Minggu, 06 September 2020, maka evaluasi sebisa mungkin masih bisa dilakukan oleh KPUD Bawaslu Daerah dan Gugus Tugas Penanganan Covid 19.

“Khususnya terkait dengan pengumpulan massa, sejak dari kediaman masing-masing paslon, arak-arakan di jalan dan metode menyampaikan berkas pendaftaran ke KPUD masing-masing,”jelasnya.

Ray menambahkan, bahwa Pilkada 2020 ini memang penting. Akan tetapi jauh lebih penting adalah kesehatan masyarakat. “Ya, memang harus menjadi pertimbangan besar bagi KPU dan dan Bawaslu,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed