oleh

Ditanya Mau Nyapres, Rizal Ramli: Saya Sejak Muda Berjuang untuk Demokrasi dan Keadilan!

indonesiakita.co – Tokoh nasional Rizal Ramli mendapat berbagai macam pertanyaan dari wartawan yang hadir di Gedung Kahkamah Konstitusi (MK) kemarin. Bahkan, beberapa diantaranya mempertanyakan alasan kuat Rizal mengajukan uji materi Presidential Threshold (PT), termasuk ada kemungkinan untuk ikut dalam kontestasi Pilpres mendatang.

“Saya dari muda berjuang untuk demokrasi dan keadilan, supaya demokrasi bekerja buat rakyat. Bukan buat cukong, dan pendukung presiden yang ujung-ujungnya punya kepentingan yang merugikan bangsa Indonesia” tegasnya.

Ia juga menyebutkan, jika gugatan terhadap PT 20% tersebut menang, maka ada agenda selanjutnya yang akan dilakukan mantan Menko Ekuin era Gusdur ini. “Dan seandainya kita berhasil jebol Presidential Threshold ini, baru lah kita putuskan mau maju tahap berikutnya atau tidak,” tambahnya.

Rizal juga menjelaskan, bahwa peralihan sistem otoriter ke sistem yang demokratis pasca Presiden Soeharto, menjadi satu wujud yang bersifat kriminal disaat ini.

Sehingga, perlunya perubahan yang menjunjung tinggi nilai demokrasi yang sesungguhnya.

Hal itu menjadi alasannya mengajukan gugatan ambang batas pencalonan Presiden 20 persen yang tertuang dalam Undang-undang pemilihan umum (UU Pemilu) no 7 tahun 2017. “Awalnya bagus, tapi makin ke sini makin dibikin banyak aturan yang mengubah demokrasi Indonesia menjadi demokrasi kriminal,” tutupnya.

Selain itu, Rizal juga menyampaikan ungkapannya terkait demokrasi saat ini yang menurutnya, telah jauh berubah. Pasalnya, keikutsertaan seseorang dalam kontestaso, baik kepala daerah atau presiden akan menyulitkan, karena tentunya menyiapkan mahar politik yang terbilang tidak sedikit.

“Jadi memang, bahasa sederhananya, kalau mau jadi bupati mesti nyewa partai, sewa partai itu antara Rp 30 sampai Rp 50 miliar. Ada yang mau jadi gubernur harus nyewa partai dari Rp 100 miliar sampai Rp 300 miliar. Presiden tarifnya lebih gila lagi,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed