oleh

Nasib Guru Terancam Pengajar Asing, Komisi X DPR: RUU Alien!!

indonesiakita.co  – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menilai skema yang ada di dalam RUU Cipta lapangan Kerja (RUU Cipta Kerja) memiliki unsur pemaksaan agar sistem pendidikan di Indonesia lebih liberal. Hal ini menurutnya, terlihat dari adanya pasal-pasal di dalam undang-undang yang mengurusi pendidikan.

“Pendidikan adalah hak dasar yang dijamin konstitusi kita, masa depan bangsa ini jangan dipertaruhkan hanya segelintir pasal dalam RUU ciptakerja,” ucapnya di Jakarta, kemarin.

Ia juga melihat, bahwa perombakan UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen di dalam RUU Cipta Kerja cenderung diskriminatif terhadap guru dan dosen dalam negeri, dan sebaliknya sangat memihak kepada pengajar asing. “Guru dan dosen lokal wajib sertifikasi, sedangkan pengajar asing dikasih karpet merah, ini benar benar RUU alien,”tegasnya.

Menurutnya, pemerintah tidak konsisten di dalam pembahasan legislasi terkait Revisi UU Sisdiknas.    “Kita seharusnya konsisten pada kesepakatan awal, bahwa revisi UU Sisdiknas dibahas terpisah,” kata dia.

Ia menambahkan, bahwa dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas tahun 2020, revisi atas UU 20/2003 tentang sisdiknas merupakan Undang-undang tersendiri dan merupakan usulan pemerintah. “Keputusan ini disepakati oleh pemerintah sendiri yang dihadiri Menteri Hukum dan Ham dalam rapat dengan badan legislasi DPR RI saat penentuan Prolegnas,” pungkasnya. (Waw)

Komentar

News Feed