oleh

KPK Tahan Politikus Nasdem Terkait Kasus Jaksa Pinangki

indonesiakita.co  – Andi Irfan Jaya yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya di tahan oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia merupakan tersangka baru dalam kasus suap Djoko Tjandra terhadap Jaksa Pinangki.

Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri yang mengatakan, bahwa pihaknya melalui unit Koordinasi dan Supervisi Penindakan (Korsupdak) menerima penitipan tempat penahanan dalam perkara dugaan korupsi secara bersama-sama atau pembantuan terhadap pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji.

“Yaitu, atas nama tersangka AI sebagaimana surat permohonan yang disampaikan oleh Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI,” kata Ali dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (2/9/2020) malam.

Andi Irfan menjadi salah satu perantara suap di dalam kasus tersebut. Ia diduga sebagai perantara suap Jaksa Pinangki. Diduga, Djoko Tjandra memberikan uang suap USD 500 ribu kepada Jaksa Pinangki melalui Andi Irfan.

Ali menambahkan, tersangka Irfan Jaya yang merupakan politikus partai Nasdem ini terlebih dulu akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kaveling C1 yang berlokasi di Gedung KPK lama dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19.

Adapun setelah isolasi mandiri, kata Ali, tersangka Irfan Jaya akan ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Diketahuii sebelumnya, Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung menetapkan Irfan Jaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi atas penerimaan gratifikasi pegawai negeri yang melibatkan Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Soegiarto Tjandra. (Waw)

Komentar

News Feed