oleh

Aktor Dwi Sasono Didakwa Dua Pasal

indonesiakita.co  РAktor Dwi Sasono didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan dua pasal alternatif yakni sebagai pemilik atau sebagai penyalahguna narkotika jenis ganja. Dimana hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ini terdakwa didakwa dengan Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Nakotika atau kedua didakwa dengan Pasal 127 ayat 1 huruf A Undang-Undang Narkotika,” kata JPU Donny M Sany dalam dakwaannya.

Diketahui, sidang perdana pembacaan dakwaan tersebut dilakukan dalam sidang yang berlangsung secara telekoferensi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2020) siang.

Adapun Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Narkotika menyebutkan, bahwa setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta.

Sedangkan Pasal 127 ayat 1 huruf A menyebutkan “setiap penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Tapi apabila dalam persidangan terdakwa terbukti sebagai pecandu atau korban penyalaguna maka dapat dilakukan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial’.

Dalam dakwaannya, JPU juga menyebutkan pada saat kejadian penangkapan terdakwa Dwi Sasono bertindak koperatif menyerahkan satu bungkus berwarna cokelat berisi tanaman ganja kering seberat kurang lebih 16 gram.

Sidang pembacaan dakwaan berlangsung kurang lebih 20 menit. Usai mendengar dakwaan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dipimpin oleh Suharno selaku hakim ketua menanyakan tanggapan dari Dwi Sasono selaku terdakwa.

“Bagaimana terdakwa dengar dakwaan yang dibacakan? Dalam hal ini apakah terdakwa menerima atau menyerahkan kepada penasihat hukum,” tanya hakim Suharno kepada Dwi Sasono.

Dwi menyatakan mendengar dakwaan yang dibacakan untuknya dan menyerahkan sepenuhnya kepada penasihat hukum untuk langkah selanjutnya. Menjawab pertanyaan hakim penasihat hukum Dwi Sasono, M Aris Marasabessy menyatakan telah membaca isi dakwaan dan tidak mengajukan keberatan (eksepsi) atas dakwaan.”Kami sudah membaca surat dakwaan, kami memohon sidang dilanjutkan,” kata Aris.

Sebelum melanjutkan sidang, hakim menanyakan apakah JPU siap untuk melanjutkan sidang dengan pemeriksaan saksi dari pihak penuntut umum.

Namun, JPU Donny M Sany menyatakan belum siap dan meminta waktu satu minggu kepada mejelis hakim untuk mempersiapkan saksi.”Kami belum siap yang mulia kami kira ada eksepsi (keberatan) dari terdakwa. Minta waktu satu minggu,” kata Donny.

Usai mendengar alasan JPU, Majelis Hakim menutup sidang dan melanjutkan sidang pada Senin (7/9/2020) depan dengan agenda pemeriksaan dari JPU.(Waw)

 

Komentar

News Feed