oleh

Netizen Desak Catatan Kuliah Jokowi Gara-gara Unggahan Rizal Ramli

indonesiakita.co – Ekonom nasional Rizal Ramli tiba-tiba mengeluarkan catatan belajarnya semasa kuliah. Hal ini ia unggah di akun sosmed Twittternya @RamliRizal.

Dimana dalam unggahan tersebut, terlihat sejumlah tulisan mengenai rumusan, karna ada sejumlah grafik, angka-angka. “Old file: catatan waktu kuliah master tahun 1981, ternyata catatan lumayan sistematis dan rapih,” ujar Rizal.

Akibatnya, netizen juga menyampaikan tanggapan atas unggahan Rizal tersebut. “benar benar orang akademis pa @RamliRizal ini. berkas berkas kuliah nya masih tersimpan rapi dan terdokumentasi dgn baik. serta analysis nya cukup tajam. orang orang seperti ini yang seharus nya menjadi seorang pemimpin,” tulis pemilik akun @cep_ical.

Selain itu ada pula pemilik akun @fuadnan. “Ini fakta Pak

@RamliRizal  pernah kuliah Master, njelimet counting math-economic in english, bakal mampu jadi problem-solver persoalan negeri. Nah, saya belum pernah lihat catatan kuliah Jainudin di UGM, Pak,” tulisnya.

Sementara itu, akun @Wied77518018 menuliskan “Coba yg katanya kuliah di fakultas kehutanan Yu Ji Em. Punya gak dia ? Paling cuma ngonga-ngongo,” tulisnya.

Kemudian, ada juga akun @nanang_ind. kalo catatan pak jokowi waktu kuliah kayak apa ya?” tanya Nanang.

Siapa Rizal Ramli?

Sebagai informasi, Rizal Ramli memiliki keluarga yang berasal dari Sumater Barat, namun sejak kecil ia tinggal dengan neneknya di Bogor, Jawa Barat, hingga akhirnya kuliah di ITB. Ia juga merupakan tokoh pergerakan mahasiswa, dan pernah dipenjara di era Orde Baru.

Sejumlah jabatan strategis dalam pemerintahan pernah ia lakoni. Sebut saja, Mekno Ekuin era Gusdur, Kepala Bulog, sejumlah komisaris BUMN dan perbankan. Adapun dari sejumlah jabatan tersebut, perusahan yang disinggahi Rizal menuai keuntungan berlipat ganda, misalnya Garuda, PLN, BNI, Semen Gresik dll.

Rizal juga merupakan mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB, dan ikut bersama UNDP ke Hanoi untuk melakukan Review Rencana Pembangunan Vietnam 20 Tahun. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2002.

Kini, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 anjlok -5,32% dibandingkan pada kuartal II-2019 lalu (year on year).

BPS melaporkan secara kuartalan atau dari Kuartal I-2020 ke Kuartal II-2020 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -4,19% (QtQ). Sementara itu, Vietnam masih mengalami pertumbuhan positif. PDB negara tersebut di kuartal II-2020 masih tumbuh 0,4%.

Walaupun memang menurut Bank Dunia pertumbuhan tersebut yang terburuk sejak 35 tahun terakhir. “Namun Vietnam memiliki ‘badan’ yang cukup sehat dalam menghadapi pandemi Covid-19,” tulis Bank Dunia dalam Blognya. (Fel)

Komentar

News Feed