oleh

Rizal Ramli: In-Flu-Encer Itu Penyakit, Tak Mampu Sembuhkan Karena Otaknya Gak Encer!

indonesiakita.co – Tokoh nasional Rizal Ramli kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap ulah para buzzer dan juga influencer yang menurutnya telah merusak demokrasi di Indonesia. Bahkan menurutnya, kondisi ini sudah tak bisa lagi diberikan toleransi.

“Gak habis pikir, bikin malu, seperti gak ada kerjaan lain. Apalagi anak-anak muda yang mengerjakannya, apa gak sadar yang dilakukannya itu akan memecah belah bangsa?,” tanya Rizal.

Sosok yang akrab denggan para netizen pengikutnya ini mengaku, bahwa para buzzer dan influencer kerap melakukan hal-hal yang sangat merugikan negara. Apalagi memberikan informasi yang tak sesuai dengan kenyataan.

“Informasi yang diberikan miring, tak sesuai… buruk dibilang bagus, jadi masyarakat kita mendapatkan informasi yang salah. BuzzeRP dan In-flu-encer ini memang harus dihentikan, karena jika digunakan untuk menyampaikan informasi yang salah.. akan berdampak buruk, apalagi terkait pencitraan,” tegasnya.

Bahkan tak heran, menurutnya Buzzer dan influencer kerap menyerang para tokoh yang bersebarangan dengan pemerintah.”Jika ada yang kritik tak sepaham dengan pemerintah pasti langsung diserang, bahkan melakukan pembunuhan karakter. Ini sungguh merusak dan masa pemerintah gak paham yang seperti ini!,” tegasnya lagi.

Ia lantas menjelaskan, bahwa menjadi pejabat negara ataupun pemimpin harus memiliki mental yang kuat dan siap dikritik. “kalau gagal, lemah dan gak ngerti mau kerja apalgi untuk memperbaiki kondisi bangsa ini, ya jangan jadi pejabat..karena pada dasarnya pejabat negara itu bekerja ya buat rakyat, sehingga kalau rakyat gak puas ya siap dikritik, kan digaji juga pakai uang rakyat,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, dalam dua hari ini, nama Yoshi Project Pop menjadi sorotan publik setelah  Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Dan Media sosial Henri Subiakto dalam acara Dua Sisi TVone menyebut namanya sebagai ketua influencer.

“Namanya saja sudah Influencer… In-Flu-Encer… artinya apa? di dalamnya saja sudah sakit.. gak mampu menyelesaikan masalah karena memiliki otak yang tidak encer… ya begitu influencer ini.. mentang-mentang pengikutnya banyak di sosmed, mereka pikir masyarakat akan begitu saja menerima informasi, padahal seharunya para tokoh, dan apapun profesinya dimana ia memiliki pengikut yang banyak di sosmed, seharusnya bijak, dan menjelaskan, apa yang menjadi masalah di negeri ini, bukan dengan akun yang dimiliki ia justru memutar balikkan infrmasi… ini sangat mencederai demokrasi kita,” ungkapnya.

Selain itu, Rizal juga kembali mengungkapkan sejumlah hal yang dilakukan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai masalah di Indonesia yang kerap menggunakan buzzer. “Artislah dipanggil, musisi lah dirangkul, malah yang luar biasa anehnya… menyembuhkan corona dengan kalung.. Itu sama saja dengan voodo medicine, mau sembuhkan penyakit ya dengan science, keilmuan, bukan dengan hal-hal yang bikin kita kembali ke jaman batu,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed