oleh

Polsek Ciracas Ternyata Diserang 100 Anggota TNI, Benarkah Keduanya Tak Lagi Harmonis?

indonesiakita.co – Kasus penyerangan yang terjadi di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur akhirnya terbongkar. Peristiwa itu ternyata dilakukan oleh 100 oknum prajurit TNI.

Adapun kejadian itu juga diduga karena dipicu kalimat provokasi dari Prada MI. Menanggapi kasus ini, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memastikan pelaku perusakan Mapolsek Ciracas dan sejumlah fasilitas publik di Jakarta Timur ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku di TNI.

“Saya dapat perintah dari Panglima TNI agar pelaku ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku di TNI,” katanya dalam konferensi pers di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Sabtu (29/8) malam.

Sebagaimana diketahui, dari hasil penyelidikan sementara, kata Dudung, belum dipastikan ada keterlibatan warga sipil dalam aksi anarki tersebut. Sejauh ini sebanyak enam dari total sekitar 100 orang yang diduga terlibat dalam perusakan Mapolsek Ciracas sedang menjalani pemeriksaan oleh Polisi Militer Kodam Jayakarta. Hasil keterangan sementara yang dihimpun dari sembilan saksi kalangan masyarakat sipil, kata Dudung, kejadian ini terkait kecelakaan tunggal yang dialami Prada MI.

“Hal terpenting ada rekaman CCTV yang bersangkutan kecelakaan tunggal, tidak ada pengeroyokan dan ada rekaman CCTV,” katanya.

Sementara itu, saat ini Prada MI masih dalam perawatan tim medis meski proses penyelidikan tetap dilakukan Pomdam Jaya. “Kemungkinan besar dari laporan Dandim kepada saya ada sekitar 100-an orang yang melakukan aksi tersebut. Kalau enam tidak mungkin, ini sedang kita (Kodam Jaya, red) lacak,” pungkasnya. (Waw)

Komentar

News Feed