oleh

Djoko Tjandra Ngaku Pernah Kasih Uang ke Brigjen Prasetijo dan Irjen Napoleon Bonaparte!

indonesiakita.co – Terpidana kasus hak tagih atau cessie Bank Bali Joko S Tjandra akhirnya mengaku pernah memberikan sejumlah uang kepada Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte. Adapun pemberian tersebut terkait penghapusan daftar red notice atau pencarian terpidana/terdakwa di luar negeri.

Saat ini diketahui, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon telah ditetapkan sebagai tersangka. “Yang bersangkutan (Djoko Tjandra) memang sudah mengakui itu (memberikan suap kepada Prasetijo dan Napoleon), telah memberikan sebanyak uang tertentu kepada para tersangka,” ujar Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Senin (24/8/2020) kepada awak media.

Kendati demikian, Awi tidak menjelaskan lebih detail mengenai jumlah uang yang diberikan Djoko Tjandra kepada dua jenderal polisi. Dia menyebut hal tersebut merupakan materi penyidikan.

“Dari hasil pemeriksaan kami tidak bisa sampaikan secara keseluruhan, apalagi terkait nominalnya karena masih berproses,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim menetapkan Djoko Tjandra, eks Kadiv Hubinter Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan eks Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo dan Tommy Sumardi sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Dimana diketahui, tersangka pertama yakni Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi sebagai pemberi suap (hadiah) atau janji yang merupakan dugaan tindak pidana korupsi. Sedangkan Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo sebagai penerima suap berupa gratifikasi dari Tommy Sumardi dan Djoko Tjandra.

“Untuk penetapan tersangka tersebut ada dua selaku pemberi dan selaku penerima. Untuk pelaku pemberi ini kita tetapkan tersangka JST (Djoko Tjandra) dan TS (Tommy Sumardi),” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jumat (14/8/2020) lalu. (Fel)

Komentar

News Feed