oleh

Polisi Tangkap Pembunuh Bos Ekspedisi, Pelaku Ternyata…

indonesiakita.co – Polisi akhirnya menangkap pelaku pembunuhan bos ekspedisi pelayaran di Kelapa Gading, Sugianto. Sebanyak 12 orang pelaku diringkus tim gabungan Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Jakarta Utara.

Salah satu pelaku merupakan karyawati korban, yang bernama Nur Luthfiah (34). Nur bahkan menjadi otak pembunuhan, dan menyewa sejumlah pembunuh bayaran.

Awalnya, korban mengancam Nur akan dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penggelapan pajak perusahaan.

Sebab, petugas pajak Jakarta Utara mengirimkan surat pemberitahuan ke perusahaan milik korban lantaran dianggap menunggak pajak. Padahal selama ini, Sugianto mendapatkan laporan dari Nur jika pajak telah dilunasi.

“Pelaku akan dilaporkan ke polisi karena telah dituduh telah menggelapkan pajak,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/8/2020).

Karena takut, Nur lalu mengadukan masalah tersebut ke suami sirinya, Ruhiman alias Maman (42). Kepada Ruhiman, Nur meminta agar nyawa Sugianto dihabisi. Mulanya Ruhiman tak menggubris permintaan Nur.

Namun karena korban kembali mengancam Nur, akhirnya Ruhiman menyanggupi permintaan istrinya itu.  “NL (Nur Luthfiah) minta supaya korban dibunuh, kemudian dari tersangka NL juga siapkan dana Rp 200 juta untuk mencari pembunuh bayaran,” tutur Nana.

Adapun Ruhiman selanjutnya mencari orang untuk mewujudkan rencana itu.

Pada 4 Agustus, Nur mentransfer uang Rp 100 juta kepada Ruhiman, lalu 6 Agustus mentransfer Rp 100 juta kepada tersangka Arbain Junaedi (56). Uang diberikan kepada Arbain, untuk membayar sebuah pistol milik oknum wartawan media online tersebut.

Setelah orang dan senjata didapat, disepakati aksi pembunuhan dilakukan pada 13 Agustus 2020.

Pada hari H, para pelaku menanti korban sejak pagi di kantornya, salah satunya untuk memastikan agar mereka tak salah sasaran.  Setelah lama menunggu, para pelaku akhirnya menyaksikan korban keluar kantor menuju kediamannya guna makan siang.

Tak membuang kesempatan, para pelaku sontak menembak mati korban yang baru berjalan sekitar 50 meter dari kantor menuju rumahnya yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Sugianto tewas di tempat dengan luka tembak di dada dan kepala.

Setelah melakukan penyelidikan selama delapan hari dengan memeriksa para saksi  dan meneliti kamera pengawas atau CCTV, polisi akhirnya berhasil menangkap para pelaku. Mereka antara lain Nur Luthfiah (34), Ruhiman (42), Dikky Mahfud (50), Syahrul (58), Rosidi (52), Mohammad Rivai (25), Dedi Wahyudi (45), Arbain Junaedi (56), Sodikin (20), Raden Sarmada (45), Suprayitno (57), dan Totok Hariyanto (64).

“Para pelaku dijerat dengab Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dan/atau Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama penjara 20 tahun,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed