oleh

Pesawat N-250 Gatotkaca Tambah Koleksi Museum Dirgantara Yogyakarta

indonesiakita.co – Kadispen AU Marsma TNI Fajar Adriyanto kepada awak media mengungkapkan, bahwa pesawat N-250 prototype aircraft 01 Gatotkaca akhirnya melengkapi koleksi pesawat terbang yang ada di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. Adapun pesawat itu ditempatkan persis di halaman depan museum.

Sebagaimana diketahui, pesawat N-250 yang dipesiunkan itu hanya dibuat tiga buah pada eranya. “Pesawat ini hanya dibuat tiga. Satu yang jadi, dan dua masih dirancang (prototype),” ujar Fajar Adriyanto, kemarin.

Sebagaimana diketahui, pesawat N-250 yang dipesiunkan itu hanya dibuat tiga buah pada eranya. “Pesawat ini hanya dibuat tiga. Satu yang jadi, dan dua masih dirancang (prototype),” ujar Fajar Adriyanto, kemarin.

Ia menjelaskan, dari ketiganya, hanya satu yang dapat diterbangkan dan sempat mengudara 20 tahun lebih. Pesawat produksi IPTN, yang sekarang menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI), sempat digunakan oleh TNI AU. “Jadi ini satu-satunya yang sudah terbang, yang lain masih tahap prototype dan belum sempat diselesaikan,” tuturnya.

Fajar Adriyanto sendiri, merupakan jenderal bintang satu yang pernah menjadi penerbang F-16 itu mengisahkan perjalanan menarik pesawat N-250 dari Jakarta ke Yogyakarta. Berjalan perlahan alias dengan kecepatan rendah, potongan pesawat karya anak bangsa itu menjadi tontonan masyarakat di sepanjang perjalanan. Namun ketika memasuki pintu tol, ada sedikit kendala yang dihadapi.

“Memang jalan tol tidak dibuat untuk lewat pesawat. Saat kita mau lewat nggak bisa karena bagian atasnya menabrak (pembatas). Padahal, PT Jasa Marga sudah memperlebar exit toll saat kita mau lewat. Kemudian kita ada ide, akhirnya kita gembosi dulu ban supaya bisa lewat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Museum TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, Kolonel (Sus) Dede Nashrudin kepada RRI menuturkan, dengan bertambahnya koleksi museum, khususnya kedatangan pesawat N-250, diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan nasionalisme generasi muda akan karya yang telah diciptakan putra-putri terbaik bangsa.

“Saat ini kita punya 60 pesawat dari berbagai negara, termasuk (negara) Blok Barat dan Blok Timur. Dari jumlah 60 itu, hanya dua yang produksi anak negeri, pesawat Nurtanio dan N-250 ini,” katanya.

N-250 merupakan pesawat turbo propeller tercanggih di zamannya karena saat itu telah mengadopsi teknologi fly by wire. Tahun 1989, pesawat ini sempat diperkenalkan pada ajang Paris Airhshow oleh Menristek saat itu, Prof BJ Habibie.

Pada 10 November 1994, prototype N-250 pertama dengan kapasitan 50 penumpang selesai dibuat dan kemudian diberi nama Gatotkaca oleh Presiden Ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. (Waw)

Komentar

News Feed