oleh

Kiai Kultural NU Secara Terbuka Minta Rizal Ramli Jadi Presiden

indonesiakita.co – H Agus Solachul A’am Wahib Wahab atau yang akarab disapa Gus Aam mengungkapkan kehadiran sejumlah tokoh NU kultural di kediaman Rizal Ramli beberapa hari lalu. Ia mengatakan, bahwa pertemuan antara dzurriyah pendiri NU dan sejumlah pemimpin NU dari berbagai tingkatan dengan Rizal Ramli dilatarbelakangi keprihatinan dzurriyah atas ancaman resesi ekonomi, di mana mayoritas warga NU yang terkena imbasnya.

“Atas realitas seperti itu, maka, secara spontan Kiai Ghozi meminta agar Pak RR bersedia jadi pemimpin nasional, bahkan menjadi presiden. Karena dalam pikiran kiai yang paling terdampak resesi ekonomi sekarang ini, adalah warga NU,” jelas Gus A‘am, mengutip duta.co.

Selain itu, ia juga menyebut, bahwa kelompok yang ada saat itu adalah adalah dzurriyah muassis NU. “Kami bukan NU Garis Lurus. Kami adalah dzurriyah muassis NU dan kiai-kiai kultural (pesantren) yang tergabung dalam KKNU-26. Kami prihatin menyaksikan kondisi ekonomi wong cilik yang kian memburuk. Kami menyampaikan kondisi umat di bawah yang semakin parah,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui. tokoh nasional Rizal Ramli menerima kunjungan sejumlah para alim ulama dari NU kultural dari berbagai daerah di kediamannya, di wilayah Bangka, Jakarta Selatan. Pada kesempatan tersebut, mereka meminta agar Rizal Ramli selamatkan Indonesia dari krisis ekonomi.

Selain itu, para tokoh tersebut juga mengatakan, bahwa warga Nahdliyin merasakan kesulitan ekonomi.  “Kami sampaikan kegelisahan atas nasib dan masa depan NU dan negara. Karena mayoritas yang terdampak kemiskinan itu warga Nahdliyin,” kata Gus Aam.

Sebagai informasi, Gus Aam merupakan cucu salah satu pendiri NU, KH. Wahab Hasbulloh. Ia menambahkan, bahwa Rizal Ramli sosok yang sangat dekat dengan NU.

“Mereka anggap RR yang dianggap bagian dari NU karena sangat dipercaya Gusdur, bisa melakukan keduanya. Selamatkan NU (Nahdliyin) dan sekaligus selamatkan Indonesia. “Juga tadi kami mendokan agar pak Rizal menjadi Presiden Indonesia untuk mengubah Indonesia yang maju, adil dan makmur,” jelasnya.

Selain Gus Aam, sejumlah tokoh NU kultural itu datang dari sejumlah daearah Jawa Timur-Madura. Di antaranya KH. Yahya Romli, KH. Agus Solachul Wahib Wahab (Gus Aam) dan belasan kiyai lainnya. (Waw)

Komentar

News Feed