oleh

Dijebloskan ke Sel, Pelawak Komar: Barang Bukti Valid atau Abal-abal?

indonesiakita.co – Pelawak Nurul Qomar, atau yang akrab disapa Komar, akhirnya resmi menjadi tahanan Lembaga Kemasyarakatan Kelas-IIB Brebes, Jawa Tengah. Ia ditahan karena masalah pemalsuan dokumen sarjana-2 (S-2) dan (S-3) sebagai salah satu syarat menjadi rektor di Universitas Muhadi Setiabudhi (Umus) Brebes.

Namun, sebelum Komar masuk ke dalam sel, ia melakukan uji tes covid-19. “Alhamdulillah setelah dilakukan tes cepat, ternyata hasilnya nonreaktif. Tes cepat covid-19 dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan Lapas Kelas-IIB,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Brebes, Adhi Hermawan Bolifar di Brebes, kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa kondisi terpidana Nurul Qomar dinyatakan sehat untuk menjalani penahanannya sehingga dia langsung menjalani hukuman di Lapas Kelas-II B. “Terpidana kami masukan ke Lapas Kelas-IIB Brebes dan resmi sudah menjadi warga binaan di lapas,” tambah Adhi.

Sementara itu, Komar sendiri mengaku dirinya menerima keputusan yang dilayangkan kepadanya. Kendati demikian, kata dia, dirinya masih mempertanyakan permintaan permohonan untuk mengecek kebenaran barang bukti yang ada di Mahkamah Agung (MA) yang saat ini belum dilakukan.

“Permohonan kami hanya, ini barang bukti valid atau abal-abal. Untuk menentukan barang bukti abal-abal atau tidak harus dicek ke laboratorium forensik, dan itu tidak pernah dilakukan.

Tapi, saya terima keputusan ini dengan senang hati. Keluarga sudah siap mental. Nanti kuasa hukum akan melakukan peninjauan kembali. Terakhir meminta ampunan dan grasi ke Presiden,”tegasnya. (Waw)

Komentar

News Feed