oleh

Dua Jenderal Jadi Tersangka dan Diduga Terima Suap Kasus Djoko Tjandra, Polri Malu Gak Sih?

indonesiakita.co – Dua jenderal Polri, yakni eks Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo (BJP PU) dan eks Kadiv Hubinter Irjen Pol Napoleon Bonaparte diduga menerima suap terkait kasus Djoko Tjandra.

Hal ini diketahui setelah Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri mengamankan barang bukti, salah satunya uang sebesar 20 ribu Dollar Amerika Serikat.

“Ada barang bukti berupa uang 20 ribu USD, surat, HP, laptop, dan CCTV,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yowono, Sabtu (15/8/2020).

Sebelumnya diketahui, tim penyidik Dit Tipikor Bareskrim menetapkan dua perwira tinggi (Pati) Polri sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi terkait dengan kasus surat jalan palsu dan penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Dimana Jenderal bintang satu dan dua itu ditetapkan sebagai tersangka usai penyidik melakukan gelar perkara dan memeriksa 19 saksi.

Selaku penerima gratifikasi Brigjen Pol Prasetijo dan Irjen Pol Napoleon dipersangkakan dengan Pasal 5 Ayat 2, Pasal 11 dan Pasal 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2020 tantang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  Juncto Pasal 55 KUHP.

Sementara itu, dikatakan Argo,  penyidik juga telah menetapkan dua orang tersangka sebagai pemberi gratifikasi kepada Brigjen Pol Prastijo dan Irjen Pol Napoleon. Keduanya yakni Djoko Tjandra dan pengusaha berinisial TS.

Kedua tersangka pemberi gratifikasi dipersangkakan dengan Pasal 5 Ayat 1, Pasal 13 Undang-Undang 20 Tahun 2020 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 KUHP.

“Ancaman hukuman 5 tahun dan kemudian saat ini kita masih dalam proses penyidikan berikutnya setelah kita menetapkan tersangka ,” tutup Argo. (Waw)

Komentar

News Feed