oleh

Adhie Massardi: Jangan Biarkan Bangsa Ini Tenggelam!

indonesiakita.co – Mantan juru bicara almarhum presiden KH Abdurrahman Wahid, atau Gusdur, yakni Adhie Massardi mengungkapkan, sudah saatnya bangsa Indonesia membuka mata lebar-lebar terkait kondisi saat ini.

Inisiator Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) ini mengatakan, bahwa resesi yang saat ini dialami masyarakat sudah terasa di seluruh lapisan masyarakat. “Kita harus melek, terbuka, baik mata, maupun hati… kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli dengan nasib bangsa ini?,” tegasnya, hari ini di Jakarta.

Bahkan menurutnya, seluruh masyarakat memahami bahwa republik Indonesia sudah terlalu jauh menyimpang dari UD 1945. Selain itu, Adhie menjelaskan, tujuan lahirnya Indonesia kata Adhie adalah melindungi segenap bangsa, menghidupkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan aktif di panggung internasional.“Dan semua itu sudah menyimpang, kalau kita membiarkan seperti ini kata Rocky bangsa ini tenggelam,” sambungnya.

Sosok yang juga merupakan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih ini menegaskan, dirinya tidak ingin melecehkan para pejuang yang telah mengorbankan jiwa raga untuk kemerdekaan Indonesia. Alasan itulah yang menjadi argumentasi Adhie turut bergabung dalam koalisi menyelamatkan Indonesia.

“Kalau membiarkan bangsa tenggelam, ita bukan hanya melecehkan para pejuang, tapi juga menghinakan para pejuang kita yang telah mengorbankan jiwa raga itu untuk kemerdekaan Indonesia,” tambahnya.

Ia berharap dengan adanya KAMI bisa menjadi motor penggerak perubahan di Indonesia. “KAMI ini diisi sejumlah tokoh nasional yang memiliki kapabilitas tinggi, dan peduli dengan nasib bangsa, dengan demikian, kita harapkan ke depannya bangsa ini bisa lebih baik dan mampu keluar dari jurang kehancuran,” tutupnya.

Sebagai informasi, KAMI diisi oleh sejumlah tokoh yakni, Adhie Massardi, Prof Din Syamsuddin, Refly Harun, MS. Kaban, Ichsanuddin Noorsy, Abdullah Hehamahua, Jumhur Hidayat Syahganda Nainggolan, Rocky Gerung, Edwin Seokawati, Rochmat Wahab, Kwik Kian Gie, Said Didu, Muhammad Sidik, Habib Muchsin Al-Atas, M. Hatta Taliwang, Murah Sumirat, Edy Mulyadi, dan beberapa tokoh lainnya. (Waw)

Komentar

News Feed