oleh

Rizal Ramli Bandingkan Era Soeharto Hingga Saat Ini, Siapa yang Paling Otoriter Menurutnya?

indonesiakita.co – Tokoh nasional Rizal Ramli mengungkapkan bahwa sikap otoriter pemerintahan saat ini semakin terlihat. Pasalnya, tak sedikit saat ini pihak-pihak yang memberikan kritikan dengan waktu yang cepat diperiksa ataupun ditangkap oleh pihak berwajib.

Rizal mengungkapkan, pada saat era dimana ia pernah me jadi menteri di kabinet Gusdur. Rizal mengungkapkan, bahwa cara pemerintah saat itu melihat kritikan merupakan sebuah masukan, jika memang membantu kinerja pemerintah.

“Saya melihat Gusdur itu ya kalau lihat orang ada yang demo depan istana bukan menganggap ancaman, tapi seperti seorang ayah melihat anak, kan begitu maknanya seorang presiden.. dia (presiden) memang layaknya mengayomi seluruh rakyatnya.

“Gusdur tenang tuh, gak marah, apalagi kalau ada yang melakukan sindiran keras terhadap Gusdur, kalau selama ada yang bisa diambil dan membantu kinerja pemerintah, kenapa tidak? ungkap Rizal kepada indonesiakita.co, hari ini.

Rizal juga membeberkan, bahwa pada saat era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ia juga kerap memberikan kritikan, bahkan mendapatkan laporan kepada pihak berwajib dari pihak SBY.

“Loh…. kami itu teman baik, era SBY saja juga kan memberikan kritikan, saat itu SBY melaporkan saya kepada pihak berwajib. Tapi… beliau memiliki cara yang elegan, yakni menyewa pengacara, menjalani prosesnya… saat itu pengacara saya Otto Hasibuan, dan entah mengapa tiba-tiba ada ratusan lawyer yang juga akhirnya ikut membantu mengawal proses hukum ini.

“Meski memang akhirnya kasus laporan itu mandeg (terhenti-red). Tapi esensinya bukan itu, yang saya lihat pak SBY itu bijak, bukan mentang-mentang dia presiden terus menggunakan kekuasaannya seenaknya saja,

Namun, saat ini menurutnya, pemerintah terlalu cepat memberikan respon terhadap pihak-pihak yang memberikan kritikan. “Sekarang kan kita bisa lihat, baru bikin kritik dikit aja, diperiksa, ditangkap, bahkan dibully di sosial media.. dan netizen-netizen bayaran atau buzzer ini yang dipakai untuk membunuh karakter si pemberi kritik tadi. Ini kan jelas sikap yang otoriter,” sebut Rizal.

Ia juga menjelaskan, pada saat era Orde Baru, sosok dirinya menjadi salah satu orang yang paling dicari oleh Soeharto. “Saya kan pernah bikin buku putih di era Soeharto, saya juga ditangkap di era Soeharto.. kekuatan Soeharto itu hingga mencapai 32 tahun loh, bukan main-main itu, tapi menariknya, di era Soeharto itu masih ada batasan -batasan dimana pihak-pihak di luar istana memberikan masukan, contohnya soal ekonomi, kalau merasa perlu dipakai.. sering kok ada orang cepak-cepak datang ke kantor saya (Econit) di tebet, minta berkas riset ekonomi kita, ya kita kasih.

Seotoriter-otoriternya Soeharto masih punya sisi lain mendengar dari pihak yang berlawanan dengan pemerintah. Dan saya tidak melihat itu pada pemerintah saat ini, karena semua merasa sok paling benar, paling pintar, namun pada pelaksanaan kerjanya justru merugikan negara,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed