oleh

Sultan HB X Perbolehkan Kampus Belajar Tatap Muka, Sekda DIY: Jangan Terburu-buru

indonesiakita.co – Yogyakarta memperbolehkan sistem belajar tatap muka. Namun, kebijakan ini hanya untuk perguruan tinggi (PT).

“Mau saya itu ya dari kampus dulu baru nanti belakangan PAUD (pendidikan anak usia dini). Bukan PAUD dulu baru mahasiswa,” kata Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa pembukaan pendidikan dengan tatap muka di masa pandemi baik untuk mahasiswa di kampus maupun anak-anak sama-sama memiliki risiko penularan. Oleh sebab itu, hingga saat ini Raja Keraton Yogyakarta ini masih menginginkan agar pendidikan jarak jauh (PJJ) diperkuat.

Kendati memang, menurutnya jika dimulai dari anak-anak risiko penularannya terlalu besar. “Kita kan masih menunggu kehadiran mahasiswa maupun anak-anak sekolah, jadi risiko-risiko itu gede banget,” tegas Sultan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengingatkan agar pembukaan sekolah atau perguruan tinggi tidak dilakukan secara terburu-buru, agar tidak memunculkan klaster penularan Covid-19 di lingkungan pendidikan.

“Kalau kita punya pengalaman untuk mahasiswa kemudian kita geser ke SMA. Pelan-pelan kita tidak tergesa-gesa. Maunya Ngarso Dalem (Sultan HB X) supaya tidak ada klaster pendidikan,” jelasnya singkat. (Waw)

Komentar

News Feed