oleh

Menlu Desak Menlu Wang Yi Investigasi ABK yang Tewas di Kapal Ikan China

indonesiakita.co – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendesak pemeirntahan China melakukan penegakan hukum terhadap sejumlah kasus anak buah kapal (ABK) WNI yang meninggal di atas kapal ikan berbendera China.

Dimana hal itu ia sampaikan alam pertemuan bilateral secara virtual pada Kamis (30/7), Menlu Retno mengungkapkan keprihatinan atas gugurnya nyawa sejumlah ABK WNI yang bekerja di kapal ikan berbendera China.

Pada kesempatan itu, retno meminta kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi agar segera menindak lanjuti laporan ini secara transparan agar tidak ada lagi kejadian serupa. “Saya meminta China investigasi secara menyeluruh dan melakukan penegakan hukum atas beberapa kasus kematian, pelarungan jenazah dan kondisi kerja yang tidak layak,”tegasnya.

Selain itu, Retno juga berharap agar pihak China melakukan penegakan hukum kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab sebagaimana apa yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap agen penyalur ABK di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan terdapat empat ABK WNI yang meninggal di kapal China baru-baru ini.

Pertama, almarhum D yang meninggal di kapal Hanrong 363. Tiga orang, yakni almarhum AS, R, dan AW yang meninggal di kapal Hanrong 368. Kematian keempat ABK diperkirakan terjadi selama Mei dan Juni 2020.

Selanjutnya, almarhum D dan AS dipindahkan ke kapal Fu Yuan yu 059, sedangkan almarhum R dan AW tetap berada di kapal Hanrong 368. Untuk itu, perwakilan RI di kolombo, Singapura, Beijing, dan Guangzhou langsung berupaya memulangkan jenazah.

Namun, ternyata kapten kapal telah melarung jenazah empat ABK tersebut pada Juli 2020, masing-masing di Samudera Hindia dan di Laut China Selatan “Kami sangat memprihatinkan keputusan tersebut meski praktik pelarungan dimungkinkan dalam dunia kemaritiman. Namun, pelarungan menjadi opsi terakhir ketika pemulangan jenazah tidak dimungkinkan,” tegas Judha.

Adapun saat ini, Kemlu telah memanggil Dubes China di Jakarta untuk meminta segera dilakukan penyelidikan, termasuk menyelidiki kematian para awak Indonesia.

Kemlu bersama kementerian/lembaga terkait telah memanggil manning agency yang memberangkatkan keempat awak kapal tersebut untuk memastikan hak-hak ketenagakerjaan seperti gaji, deposit, asuransi dan santunan kematian diberikan.

“Kami juga telah melakukan family engagement untuk menyampaikan kabar duka ini, sekaligus memastikan ahli waris keluarga mendapat seluruh hak-haknya,” tutupnya. (Waw)

 

Komentar

News Feed