oleh

Polisi Temukan Bukti Chat Rp 15 Juta dan Kondom di Kamar Hotel Vernita Syabila

indonesiakita.co РPetugas kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa transfer uang sebesar Rp 15 juta kepada artis VS. Diketahui, VS ditangkap dengan dugaan prostitusi online , bersama  MAZ dan MM,dan diamankan di Polresta Bandar Lampung.

Ketiganya diamankan di dalam sebuah kamar hotel berbintang. Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengungkapkan, selain uang dan bukti transfer, juga ditemukan alat kontrasepsi saat polisi melakukan penggerebekan di dalam kamar hotel.¬†“Barang bukti lain kami menemukan satu kotak alat kontrasepsi, serta empat unit ponsel,” ujar Kapolresta, Rabu (29/7/2020) kemarin.

Selain itu kat Budi, ada bukti chat, di mana Vernita Syabila menawarkan jasa kencan kepada sejumlah rekanan MAZ dan MM yang hendak menggunakan jasa Vernita Syabila.

“Ada bukti chat di ponselnya (Vernita Syabila), untuk ini kami masih perlu mendalami lebih lanjut,” jelasnya.

Budi menambahkan, bahwa artis Vernita Syabila dan terduga mucikari MAZ dan MM, ketiganya merupakan warga luar Lampung. Sedangkan, pengusaha S, pria yang disebut sebagai pengguna jasa Vernita Syabila, merupakan warga Lampung.

Adapun saat ini pihaknya hanya melakukan pemeriksaan terhadap artis Vernita Syabila, MAZ dan MM. “Kita hanya mengambil keterangan dari yang bersangkutan (S) kemudian tidak kita amankan lebih lanjut sehingga S sudah bisa pulang,” ungkapnya.

Budi menjelaskan, artis Vernita Syabila, MAZ dan MM datang dari Jakarta ke Bandar Lampung melalui jalur udara sejak Selasa siang. Kemudian, ketiganya langsung menuju salah satu hotel berbintang yang telah dipesan oleh S, dengan menggunakan jasa taksi online.

Pada Selasa malam, terus Kapolresta, polisi melakukan penggerebekan terhadap artis Vernita Syabila, MAZ, MM dan S. Dari penangkapan tersebut, kata Kapolresta, ditemukan barang bukti yang mengarah terhadap dugaan prostitusi online.

Kapolresta menyatakan, mereka bakal dipersangkakan undang-undang tindak pidana perdagangan manusia atau human trafficking. Untuk kepastiannya, tunggu setelah proses penyelidikan selesai,” tandasnya. (Waw)

Komentar

News Feed