oleh

Bener Gak Sih Mendagri ‘Offset’ Soal Jenazah Covid-19?

indonesiakita.co – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sering membuat pernyataan kontroversi soal penanganan virus corona COVID-19. Di tengah presiden Jokowi bekerja keras meredam laju corona, menteri ini malah bikin pernyataan yang membuat heboh warganet.

Mantan Kapolri ini menyebutkan bahwa secara teori jenazah COVID-19 lebih baik dibakar. Dengan dibakar, maka virus yang ada pada jezanah tersebut ikut mati.

Pernyataan ini kemudian viral di media mainstream dan media sosial dengan konotasi Mendagri Tirto sebut jenazah COVID-19 lebih baik dibakar. Sontak ujaran seperti ini memunculkan polemik di media sosial.

Karena mengundang kontroversi, Tito kembali menegaskan bahwa ucapannya dipahami sepotong-sepotong dalam konteks penanganan jenazah COVID-19. Ia membantah menganjurkan jenazah COVID-19 dibakar, apalagi dirinya muslim yang melarang membakar jenazah.

Terlepas dari penjelasan ulang dari Tito, sebetulnya secara teori kesehatan yang diakui WHO adalah cukup dengan membungkus jenazah dengan plastik. Selama ini sudah dilakukan tenaga medis sesuai protokol kesehatan. Lalu buat apa Tito ngomong secara teori lagi?

Apalagi dia bukan dokter, tapi polisi. Dia bukan Menteri Kesehatan, tapi Menteri Dalam Negeri. Itulah salah satu jeritan warganet.

“Pak Tito. Bukan kapasitas anda bicara spt ini  bahkan menkes sj gak mau bicara ini. Anda tlh melukai keluarga yg berduka krn kehilangan anak,ayah,paman,kakek krn covid19. Dan anda tega bicara gini? Parah bgt anda,” jelas Umar Syadat pada akun Twitter-nya @UmarChelsea75, 23 Juli 2020.

Menariknya, pada sebelumnya, ia menyebutkan digelarnya pilkada serentak adalah obat anti corona. Karena semua calon akan dituntut bagaimana penanganan corona yang terbaik.

Padahal Pilkada serentak membuka peluang adanya penularan dan penyebatan virus corona. Karena kerumunan massa tak akan terhindarkan.

“Rusak Negara ini? Kalau pejabat nya Ngomong nya Asal Mangap. Menteri Pertanian Mau produksi Kalung pencegah Corona, Mendagri, Melaksanakan Pilkada untuk Mencegah Laju pertumbuhan Corona,” ujar Yang Kakung @EndjahH

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan anggaran ratusan miliar untuk lomba video penanganan corona antara pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Padahal dana besar itu lebih baik digunakan yang lebih bermanfaat lagi bagi daerah-daerah yang membutuhkannya dalam penanganan corona.

Lebih kocak lagi salah satu pemenangnya, adalah Surabaya, Jawa Timur, padahal di sana tempat lajunya penularan corona yang cukup signifikan. Wakakak. (sumber: humorberita.com)

Namun akhirnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluruskan soal penyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian soal teori terbaik jenazah Covid-19 untuk dibakar.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar melalui keterangan tertulisnya, menyetakan keterangan Menteri Tito dikutip tak utuh. “Pernyataan Pak Menteri dipotong-potong, dikutip tak utuh oleh sebagian oknum media massa sehingga jadinya salah tafsir di masyarakat,” kata Bahtiar, Kamis (23/07/2020).

Secara utuh, dijelaskan Bahtiar, dalam Webinar Nasional Asosiasi FKUB Nasional yang diikuti secara virtual melalui aplikasi Zoom, Selasa 21 Juli 2020, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan jenazah yang terinfeksi Covid-19 seyogyanya dibakar untuk mematikan virusnya. (Waw)

Komentar

News Feed