oleh

KPK Telisik Program POP yang Dinilai Akal-akalan di Kemendikbud

indonesiakita.co – Program Organisasi Penggerak (POP) yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih menjadi masalah. Pasalnya dua organisasi Islam besar yakni MUhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) mundur dari program tersebut.

Adapun sebelumnya, kedua organisasi ini mundur karena menilai program dari Kemendikbud tersebut tidak jelas.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango mengatakan pemantauan POP sesuai dengan tugas dan fungsi lembaga antikorupsi itu yang diamanatkan dalam pasal 6 huruf c Undang-Undang (UU) 19 Tahun 2019 terkait tugas monitoring.

“KPK akan mendalami program dimaksud (POP), bisa dalam bentuk kajian sebagaimana yang dilakukan terhadap program-program lain seperti BPJS, Kartu Prakerja dan lain-lain,” ujar Nawawi saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2020).

KPK pun juga turut mengapresiasi langkah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), menyatakan mengundurkan diri dari program POP tersebut.

“Saya juga sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan beberapa organisasi kemasyarakatan yang mengambil sikap ‘mundur’ dari keikutsertaan pada program dimaksud, dengan didasari bahwa program dimaksud masih menyimpan potensi yang tidak jelas,” ungkapnya.

“Sikap itu dapat dipandang sebagai cerminan sikap hati-hati dan wujud nilai pencegahan yang tentu lahir dari nilai-nilai mndasar yang tumbuh dalam organisasi-organisasi tersebut,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed