oleh

Kasus Pembunuhan Meningkat, Analis Sosial: Jokowi Keasikan Urus Gibran, Tak Tau Rakyatnya Saling Tikam!

indonesiakita.co – Analis sosial Universitas Bung Karno (UBK) Muda Saleh mengingatkan kepada pemrintah agar mendesak Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dapat bekerja dengan baik. Pasalnya, kondisi psikologi masyarakat di akar rumput semakin memprihatinkan.

“Presiden Jokowi keasikan ngurus anaknya yang sedang mencalonkan diri sebagai wali kota Solo, dia (Jokowi) lupa kalau rakyatnya sedang menghadapi kondisi psikologis yang sangat memprihatinkan. Karena nyaris dalam sebulan, beberapa kali terjadi kasus pembunuhan, bahkan anak membunuh ayah kandung, dan ibu kandungnya, hanya karena uang yang tak bisa dikabulkan oleh orang tuanya” ujar Muda, dalam keterangan tertulisnya, hari ini.

Muda juga meminta agar BPIP turun ke masyarakat, dam memberikan pemahaman agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan bangsa. “Mereke (BPIP) lagi asik juga urus perubahan poin-poin pada Pancasila, ada namanya RUU BPIP lah, yang kita sebetulnya sudah tau, kalau sama sekali tidak ada urgentnya soal Pancasila, karena pada hakikatnya yakni menjalankan nilai-nilai tersebut lebih penting daripada mencoba merubah poin-poin atau makna dari Pancasila itu,” ungkapnya.

Karena menurutnya, dengan meningkatnya kasus kriminal serta pembunuhan akan berdampak negatif bagi masyarakat yang mendengar, menonton  dan mengkonsumsi berita tersebut.

“Pemerintah tau gak, kalau di Kalimantan Selatan ada anak tega bunuh ayahnya, karena hal sepele, yakni diminta belikan velg motor. Ada juga di Aceh, gara-gara uang Rp20 ribu anak tega membunuh ibunya karena tak sanggup membelikan rokok, tak hanya itu, ada pula di Palembang, tiba-tiba ada pria ditembak, dibacok hingga tewas di teras senuah Musholla.

Ini adalah bentuk-bentuk dari tanda bahwa negara kita tak hanya mengalamai krisis ekonomi, melainkan krisis psikologis,” sambung Muda.

Ia juga menilai, jika pemerintah tidak segera mengambil langkah strategis dalam menangani maslah psikologi dan sosial masyarkat, maka tak heran tingkat kriminal di Indonesia akan terus meningkat.

“Jika memang masalahnya adalah ekonomi, jelas bahwa masyarakat kita sedang betul-betul menghadapi kesulitan yang sangat luar biasa. Apalagi dampaknya sudah jelas, pembunuhan terjadi karena uang dan pelaku dengan mudahnya melakukan tindakan tersebut tanpa berfikir panjang efeknya mendatang.

“Disinilah pentingnya BPIP bekerja, memberikan penyuluhan, berada di tengah-tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, memberikan ketenangan dengan berbagai cara tentunya, dari sepanjang kinerja Jokowi di periode kedua ini terlihat jelas bahwa apa yang dilakukannya nyaris tidak berpihak kepada rakyat, dan kebijakan-kebijakan yang dilakukannya seperti keinginan kuat dalam mempertahankan kekuasaan.

“Seharusnya ia tak hanya mau memberikan sembako, bagi-bagi kartu, tapi juga ada di tengah masyarakat, memberikan pemahaman bagaimana kondisi negara saat ini, bukannya Jokowi sempat disebut-sebut seperti Umar bin Khattab, pemimpin besar yang juga merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW?, atau setidaknya ada muncul, bukan hanya karena memberikan bantuan, tapi juga ketenangan,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed