oleh

PDI-P Ngakunya Tak Ada ‘Barter Politik’ dalam Pencalonan Gibran, Bener Gak Sih?

indonesiakita.co – Pencalonan putra presiden Jokowi yakni Gibran rakabuming sebagai wali kota Solo menjadi perhatian publik. Pasalnya, saingan Ginran yakni Purnomo yang merupakan kader senior PDI-P mundur dan dipanggil oleh Jokowi ke istana beberapa hari lalu.

Menanggapi hal ini, Ketua DPP PDI Perjuangan, Sukur H Nababan menyatakan, bahwa keputusan partai mengusung Gibran sudah melalui mekanisme baku yang diatur dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Partai.

“Proses penjaringan sudah dilakukan sejak lama. Setelah mencalonkan, Gibran sangat rajin turun ke bawah dan berhasil menarik simpati masyarakat. Tetapi parameternya tidak hanya pada elektabilitas, tetapi ideologi dan rekam jejaknya juga dilihat. Dan, itu berlaku bagi semua calon yang mendaftar di PDI Perjuangan,” ujarnya, kemarin.

Adapun PDI-P memilih Gibran menurutnya, bukan karena putra presiden, tetapi partai memberikan tiket berdasarkan hasil tes penjaringan yang dilakukan oleh struktur pengurus partai dari tingkat bawah hingga pusat.

“Selain elektabilitasnya tinggi, Gibran memiliki perilaku dan komitmen yang bagus. Di mana ia akan maju kalau didukung oleh PDIP. Dan, itu dibuktikannya, dengan membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) di Kantor DPC PDIP Solo, dan mendaftar sebagai calon Wali Kota Solo,” tambahnya.

Ia mengatakan, bahwa semua proses penjaringan telah dijalani oleh Gibran bersama sama 270 calon yang maju melalui PDI Perjuangan. Tidak ada perbedaan atau perlakuan khusus di Pilkada Solo.

“Proses penjaringan calon dibuka di setiap struktur pengurus partai, mulai PAC, DPD dan DPP. Setelah itu, dilakukan pendataan dan masukan para calon dari bawah. Nanti, Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) yang akan memaparkan hasilnya ke DPP. Kemudian, akan diputuskan melalui rapat Pleno DPP bersama Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Seokarnoputri,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed