oleh

IPW Tantang Jokowi Bongkar Kasus Djoko Tjandra

indonesiakita.co – Presiden Jokowi sebagai kepala negara diharapkan dapat memecahkan masalah yang melibatkan Polri atas kasus bebasnya buronan Djoko Tjandra bepergian di Indonesia. Pasalnya, dinilai tak hanya Polri yang terlibat, melainkan ada beberapa lembaga lainnya.

“Presiden Jokowi perlu membentuk tim pencari fakta independen atau minimal memerintahkan Menko Polhukam Mahfud MD memimpin penyelidikan kasus Joko Tjandra ini,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, kemarin.

Adapun keberadaan tim pencari fakta independen ini menurutnya Neta sangat diperlukan. Karena selain untuk mendampingi Polri dalam mengusut dan mengungkap kasus tersebut. Keduanya, kata dia, dapat saling berkoordinasi dalam penyelidikan terkait pencabutan red notice terhadap buronan kelas kakap Indonesia itu.

Selain itu, Neta juga meyakini bahwa para jenderal yang terlibat dalam persekongkolan jahat memiliki suatu kepentingan, baik untuk dirinya sendiri maupun kepentingan oknum lainnya. “Kasus ini benar benar memprihatinkan dan sangat memilukan,” sambungnya.

Ia juga mendesak agar kasus ini dapat segera diusut tuntas guna membongkar kemungkinan adanya petinggi lainnya yang terlibat.

“IPW mendesak kasus ini diusut tuntas. Harus diurai anatomi kasusnya. Apakah di belakang para jenderal ini ada orang besar, dan ini yang harus diusut tuntas agar orang tersebut bisa diseret keluar dan diadili,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis telah mencopot Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo, Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Nugroho Slamet Wibowo terkait kasus Djoko Tjandra. (Waw)

Komentar

News Feed