oleh

PKS Desak Jokowi Jelaskan Kasus Djoko Tjandra

indonesiakita.co – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mendesak agar presiden Jokowi segera menjelaskan, perihal kasus terpidana perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu bisa melakukan perjalanan di Indonesia. Hal ini ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya.

Ia juga mengunggah tautan berita tentang surat keterangan sehat dari Pusdokkes Polri yang menyatakan Djoko S Tjandra bebas dari Covid-19. ‚ÄĚKami tunggu, Pak,” ujarnya, di akun @msi_sohibuliman, Sabtu (18/7).

Sebagai infomasi, Djoko telah menyandang status buron sejak 2009. Dimana Mahkamah Agung (MA) telah menyatakannya bersalah dalam kasus korupsi cessie Bank Bali yang menimbulkan kerugian negara Rp 940 miliar. Dalam perkara sama, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Syahril Sabirin telah divonis bersalah dan menjalani hukuman dua tahun penjara.

Ironisnya, Djoko malah melenggang ke luar negeri dan menjadi warga Papua Nugini sejak 2012. Namun, Joker -julukan kondang Djoko- justru bisa kembali ke Indonesia tanpa jerat hukum. Dia bisa membuat kartu tanda penduduk (KTP) untuk domisilinya di Kelurahan Grogol Selatan, serta mengantongi paspor baru dari Kantor Imigrasi Jakarta Utara.

Bahkan, bos PT Era Giat Prima (EGP) itu juga memiliki surat jalan dari petinggi Polri. Surat jalan itu ditandatangani Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo selaku Biro Koordinasi dan Pengawasan (Rokorwas) PPNS Bareskrim. Nama Djoko S Tjandra juga sudah tidak ada lagi di daftar red notice Interpol. Brigjen (Pol) Nugroho Wibowo selaku Sekretaris NCB Interpol Indonesia menyurati Ditjen Imigrasi guna menghapur nama Djoko S Tjandra dari daftar red notice. (Waw)

Komentar

News Feed