oleh

Pengamat Sebut Ada Manipulasi Soal Perubahan Nama dari RUU HIP ke RUU BPIP

indonesiakita.co – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opionion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, usulan pemerintah terkait perubahan nama dari Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menjadi RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ada unsur manipulasi. Karena menurutnya, keduanya sama saja.

“Ini hanya soal narasi, dan ada upaya untuk memanipulasi kenyataan bahwa inti RUU tetap sama, soal Pancasila. Lebih buruk lagi jika ternyata ada upaya mengaburkan ajaran Pancasila yang selama ini mapan,” ujarnya, hari ini.

Ia menjelaskan, bahwa ideologi Pancasila seharusnya tidak perlu diperdebatkan, termasuk menyusun ulang tafsirnya dalam UU. Kehidupan bernegara jauh lebih perlu UU teknis, yang mengatur agar negara bertanggungjawab atas hidup dan hajat rakyat banyak.

“Apa saja? Melindungi rakyat sendiri dari kompetisi global, agar kesejahteraan dan jaminan hidup layak diperoleh oleh seluruh rakyat Indonesia. Sementara ideologi hanya soal wacana,” tanya Dedi.

Selain itu, ia juga berpendapat, seribu UU yang bicara soal Pancasila tidak akan membuat negara ini maju selama ketimpangan perlakuan negara pada rakyatnya terus mengemuka. “Lihat saja, untuk mengatasi pandemi saja pemerintah seolah kebingungan, kenapa tidak lantas membuat UU agar menjadi pedoman bagi negara dalam melindungi rakyat, dari berbagai sisi, ekonomi, sosial dan politiknya,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed