oleh

Ngeri! 295 Tenaga Kesehatan di Jatim Terinveksi Covid-19, Tertinggi se-Indonesia

indonesiakita.co – Setidaknya, ada sekitar 295 tenaga kesehatan di provinsi ini terinfeksi Covid-19. Adapun dari keseluruhannya, terdiri dari dokter, perawat, bidan, serta petugas laboratorium.

Dengan demikian, angka kerentanan tenaga kesehatan di Jawa Timur (Jatim) akibat Covid-19 tertinggi se-Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan rasa prihatin atas kejadian ini, seperti dilansir ANTARA (17/7). Menurut Muhadjir, tenaga kesehatan harus mendapat perlindungan pertama dalam penanganan Covid-19.

Pasalnya, tenaga kesehatan memang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 di lapangan. Keberadaan dan perannya sangat krusial karena mereka melayani dan merawat para pasien positif Covid-19.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur, kemarin, di Surabaya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendesak, agar ada langkah prioritas utama yang dilakukan untuk dilindungi dalam penanganan Covid-19.

“Jadi.. yang harus dilindungi adalah tenaga kesehatan, kedua adalah pasien yang memiliki komorbit atau penyakit bawaan kronis, serta ketiga adalah pasien berusia tua yang terbilang cukup rentan,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa pertemuan tersebut sekaligus mendata jumlah alat pelindurng diri atau APD bagi para tenaga kesehatan.”Pertemuan dengan IDI Jawa Timur hari ini adalah untuk mendata jumlah alat pelindung diri atau APD yang perlu kami bantu agar cepat sampai ke tujuan,” tambahnya.

Diketahui, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19Jatim, sampai berita ini ditulis, sebanyak 295 tenaga kesehatan di Jatim terpapar Covid-19. Mereka terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan petugas laboratorium.

Dari jumlah itu, sebanyak 23 orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan 84 orang masih menjalani perawatan medis, serta 188 orang sudah dinyatakan sembuh.

Khusus untuk dokter di Jatim yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 78 orang. Sebanyak 11 orang di antaranya meninggal dunia dan 47 orang dinyatakan sembuh.

Ia juga mengklaim, bahwa pemerintah juga akan menggelontorkan bantuan berupa alat PCR atau Polymerase Chain Reaction maupun reagen pada 99 rumah sakit rujukan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota wilayah provinsi yang bersangkutan.

“Harus ada perubahan terkait angka kasus COVID-19 di Jatim. Kami akui hasilnya masih belum menggembirakan. Sudah kami lakukan evaluasi. Semua harus bekerja keras untuk memenuhi target seperti yang dicanangkan Presiden Jokowi saat beliau berkunjung ke Jatim,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed