oleh

Jokowi Panggil Saingan Gibran ke Istana Soal Pilkada, Analis Sosial: Memalukan!

-News-10.349 views

indonesiakita.co – Analis sosial Universitas Bung Karno (UBK) Muda Saleh menanggapi adanya pertemuan antara bakal calon calon walikota Solo Achmad Purnomo dengan presiden Jokowi di Istana, Kamis (16/7) kemarin. Menurutnya, Jokowi sebaiknya tak perlu ikut campur terkait status anaknya, yakni Gibran yang juga mendaftarkan diri menjadi calon wali kota Solo.

“Ini agak aneh ya, calon walikota solo ketemu presiden, dan lucunya anak presiden juga mencalonkan di posisi yang sama. Ini sangat tidak etis dalam sistem politik kita di Indonesia,” ujarnya, pagi ini melalui sambungan telpon.

Diketahui, dimana dalam pertemuan itu, Jokowi membocorkan, siapa calon PDIP di Pilkada Solo. Sekedar informasi, Purnomo dan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka tengah berebut rekomendasi dari PDIP.

“Iya, tadi saya di istana juga diberitahu oleh pak Jokowi, kalau yang dapat rekomendasi Gibran sama Teguh. Gi-Guh, saya bilang Giguh. Bukannya Puguh (Purnomo-Teguh) tapi Giguh,” ujar Purnomo kepada wartawan kemarin.

Muda bahkan menilai, apa yang disampaikan oleh Purnomo terkait siapa yang dipilih oleh PDIP melalui presiden sangat mengganggu kehidupan berpolitik. “Masyarakat kita akan dipertontonkan dagelan politik keluarga. Kok bisa-bisanya presiden bilang partai pendukung tidak memilih lawan anaknya, kan ini lucu?,” tanya Muda.

Ia juga mengaku tak heran, jika akhirnya PDIP memilih Gibran. “Ya, wajarlah.. PDIP pilih Gibran, kan anaknya presiden, meski kita semua tau GIbran tidak memiliki track record dalam dunia politik, serta dalam dunia pemerintahan.

“Kalau ini berlangsung terus menerus, artinya pemilihan kepala daerah di Indonesia sarat akan kepentingan, abused of power, norak, intervensi dan dinasti politik keluarga yang justru muncul dari istana ini merusak tatanan demokrasi kita, dan ini sangat memalukan!”tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed