oleh

Serapan Anggaran Corona Rendah, Menkes Salahkan Jumlah Pasien?

indonesiakita.co – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih terjadi masalah pada serapan anggaran penanganan pandemi corona di sektor kesehatan yang sangat rendah. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena angka pasien.

“Jadi memang, kalau penyerapan kurang kan berarti pasiennya sedikit. Santunan juga kalau penyerapannya kurang berarti yang meninggal sedikit, untuk tenaga kesehatan,” ujarnya, dalam Rapat Badan Anggaran melalui video conference, Rabu (15/7).

Ia menjelaskan, bahwa serapan anggaran penanganan pandemi virus corona di sektor kesehatan akan banyak jika jumlah pasien yang sakit dan tenaga medis yang meninggal lebih banyak. Dengan kata lain, penyerapan anggaran akan bergantung dari perkembangan kasus penularan virus corona.

Dimana mengacu pada data pemerintah pusat menunjukkan jumlah pasien virus corona terus meningkat setiap harinya. Tercatat, kasus positif bertambah sebanyak 1.522 menjadi 80.094 kasus pada Rabu (15/7) kemarin. “Ini memang berbeda dengan penyerapan belanja modal dan barang,” sambung Terawan.

Adapun realisasi belanja kesehatan dalam penanganan pandemi virus corona baru sebesar Rp4,48 triliun per 8 Juli 2020. Jumlah tersebut setara 5,12 persen dari total dana yang dialokasikan sebesar Rp87,55 triliun.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu sekaligus Ketua Tim Monitoring Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengungkapkan realisasi masih minim karena beberapa kendala.

Salah satunya, keterlambatan klaim biaya perawatan dan insentif tenaga kesehatan.

“Ini yang kami lihat kendalanya adalah keterlambatan klaim, itu sebenarnya sudah tapi ada beberapa yang belum,” tutur Kunta pada video conference, Rabu (8/7) lalu. (Fel)

Komentar

News Feed