oleh

Komnas HAM Sebut 900 TKI Dicambuk di Malaysia

indonesiakita.co – Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI, Choirul Anam mengungkapkan bahwa setidaknya ada 900 TKI mendapatkan hukuman cambuk di Malaysia. Dimana langkah tersebut menurutnya merupakan pelanggaran HAM.

Dimana dalam audiensi, Koalisi Buruh Migran Bedaulat melaporkan kepada Komnas HAM bahwa 900 BMI yang dideportasi melalui Nunukan Kalimantan Utara dan Makassar Sulawesi Selatan, dalam kondisi memprihatinkan.

Pertama, telah terjadi deportasi tiga gelombang dari Sabah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, kurang lebih 900 orang deportan,” tegasnya, di Jakarta, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa ratusan buruh migran tersebut diperlakukan tidak manusiawi selama berada di pusat detensi Sabah. “Selama tahanan sementara di Sabah mereka diperlakukan tidak manusiawi, termasuk mendapatkan cambukan,” jelasnya lagi.

Selain itu, lanjut Anam, selama proses pemulangan di Indonesia, khususnya di tempat penampungan Makassar, kondisi penghidupan BMI itu juga masih memprihatinkan.

“Selama proses di Indonesia, khususnya di tempat penampungan Makassar, kurang mendapatkan kebutuhan obat dan pelayanan medis akibat perlakuan tidak manusiawi di Sabah,” sebutnya.

Anam menegaskan, pihaknya yakni Komnas HAM bakal memproses aduan serta audensi tersebut. Dia menambahkan, pihaknya juga memprioritaskan kebutuhan obat dan pelayanan medis.

“Kami akan segera memproses aduan dan audiensi ini secara cepat, khususnya terkait kebutuhan obat dan pelayanan medis. Oleh karenanya penting bagi Komnas HAM untuk segera menindaklanjuti dengan Kepala BP2MI, Gubernur Sulawesi Selatan, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Kepala Gugus Tugas Covid-19,” tutupnya.

Sebagai informasi, peristiwa yang dialami oleh para buruh migran pernah terjadi pada tahun 2002 –dengan jumlah 42 ribu orang. Selain itu, peristiwa dideportasinya para buruh migran yang tak disertai dokumen legal, terjadi berulang setiap tahun. (Waw)

Komentar

News Feed