oleh

Brigjen Prasetijo Utomo Akhirnya Ditahan Terkait Surat Jalan Milik Buronan Djoko Tjandra

indonesiakita.co – Polri akhirnya secara resmi menahan Brigjen Prasetijo Utomo terkait surat jalan milik buronan Djoko Tjandra. Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono kepada awak media, hari ini.

“Mulai malam ini Brigjen PU akan ditempatkan di tempat khusus di Provost Mabes Polri selama 14 hari,” kata Irjen Argo di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (15/7/2020) malam.

Ia menjelaskan, bahwa keputusan tersebut merupakan sanksi yang diberikan Polri kepada Prasetijo karena dianggap telah bertindak melebihi kewenangannya dengan memberikan surat jalan kepada buronan Djoko Tjandra.

Hingga saat ini Divisi Propam Polri masih memeriksa Prasetijo Utomo terkait surat jalan yang ditandatanganinya untuk buronan kasus korupsi cessie Bank Bali itu.”Pemeriksaan masih belum selesai,” tambahnya.

Sementara itu, dari hasil penyelidikan internal Polri, Prasetijo diketahui mengeluarkan surat jalan untuk Djoko Tjandra atas inisiatif sendiri tanpa seizin pimpinan.”Yang bersangkutan inisiatif sendiri (mengeluarkan surat jalan), melampaui kewenangannya tidak melapor ke pimpinan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, atas perbuatannya, Prasetijo dinilai telah melanggar Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Kode Etik Profesi Polri dan PP Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Disiplin Anggota Polri.

Kapolri Jenderal Idham Azis pun secara resmi telah mencopot Brigjen Prasetijo Utomo dari jabatannya sebagai Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri.”Iya, dicopot,” kata Jenderal Idham.

Keputusan mutasi jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/1980/VII/KEP./2020 tanggal 15 Juli 2020. Surat telegram itu ditandatangani As SDM Kapolri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan mewakili Kapolri. Prasetijo digeser ke bagian Yanma Polri. (Waw)

Komentar

News Feed