oleh

Orang Tua Resah Siswa Lakukan Belajar Tatap Muka

indonesiakita.co – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku sampai saat ini orang tua murid masih mengalami ketakukan terkait sistem belajar-mengajar tatap muka. Bahkan, laporan dari sejumlah orang tua di beberapa daerah juga diterima oleh KPAI.

“Untuk kota Bekasi ditetapkan 4 sekolah percontohan, yaitu 2 di jenjang SD dan 2 dijenjang SMP dan masing-masing jenjang adalah 1 sekolah swasta dan 1 sekolah negeri. SD seharusnya tidak bisa dibuka awal, harus SMP dan SMA/SMK terlebih dahulu,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti hari ini.

Ia menjelaskan, bahwa selain Bekasi, daerah lainnya yang juga melaporkan yakni, Kota Pekalongan, Jawa Tengah; dan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Rento menambahkan, bahwa para orang tuamengaku khawatir dibukanya sekolah di wilayah mereka, karena masih adanya kasus Covid-19 yang terkonfirmasi positif di wilayah-wilayah tersebut. Namun, dari penelusuran KPAI ke salah satu orangtua siswa yang dari sekolah swasta, ternyata pihak sekolah memperkenankan anak dan orangtua memilih, apakah ingin belajar secara online ataukah offline.

“Ini suatu langkah positif karena suara anak dan orangtua didengar. Perkiraan orangtua tersebut, lebih banyak yang memilih online. Pembelajaran online akan dimulai pada Kamis, 16 Juli 2020,”  tutupnya.

Sementara itu, untuk provinsi NTB, keresahan para orangtua dan guru diawali dengan beredarnya Surat Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya Provinsi NTB No. 420/3266.UM/Dikbud tertanggal 7 Juli 2020, perihal layanan pembelajaran tahun 2020/2021.

Dalam lampiran surat disertakan daftar verifikasi kesiapan sekolah dengan 22 item pertanyaan yang wajib diisi sekolah dengan penghitungan (Skor Akhir = skor perolehan/slor maksimum x 100). Skor 85 ke atas diijinkan melakukan pembelajaran tatap muka. (Waw)

Komentar

News Feed