oleh

Mirip Ekonomi RI, Target Jokowi Soal Corona di Jatim Juga Meleset!

indonesiakita.co – Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengungkapkan, bahwa target presiden Jokowi untuk menekan angka peningkatan Covid-19 di Jawa Timur meleset. Hal ini dikarenakan penularan di wilayah tersebut masih berlangsung hingga kini.

“Presiden pernah berkunjung ke Jatim. Memberikan arahan, kita diminta dalam dua minggu bisa mengendalikan penambahan kasus. Tapi rasanya ini masih terus naik kasusnya,” kata Joni, dalam sebuah diskusi, kemarin .

Sebelumnya memang, Jokowi meminta kepada seluruh jajaran di Jawa Timur untuk berupaya menurunkan angka penularan Covid-19 dengan jarak waktu dua pekan. Hal ini ia katakan  di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (25/6) lal

Namun demikian, Joni menyebut, bahwa kondisi di Jatim masih belum membaik melihat penambahan kasus covid-19 yang tetap tinggi setiap harinya. Belakangan ini, rata-rata tambahan kasus mencapai 300-400 kasus.

Dimana laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Jatim, setelah kunjungan Presiden Jokowi pada 25 Juni, kasus positif corona Jatim pada 26 Juni bertambah 363 kasus menjadi total 10.886 kasus. Kemudian pada 27 Juni bertambah 299 kasus menjadi total 11.170 kasus.

Sedangkan pada 28 Juni mengalami pertambahan sebanyak 241 kasus menjadi 11.482 kasus. Tanggal 29 Juni bertambah 240 kasus menjadi 11.795 kasus, dan hari berikutnya 30 Juni pertambahan meningkat 389 kasus jadi total 12.118 kasus.

Kemudian, pada 4 Juli bertambah 441 kasus menjadi total 13.447. Pada 5 Juli mengalami pertambahan 419 kasus menjadi total 13.997 kasus dan 6 Juli bertambah lagi 270 kasus menjadi total 14.298 kasus.

“Data-data menunjukkan di Jatim itu memang angkanya lebih tinggi dari nasional. Kita lihat attack rate-nya lebih tinggi,” tegas Joni.

Sebagaimana diketahui, angka penularan di Jatim saat ini mencapai 28,6 per 100 ribu penduduk, sedangkan nasional mencapai 23,2 per 100 penduduk, kendati angka kesembuhan juga meningkat.

“Tapi angka kesembuhannya naik juga walau kematiannya juga naik. Tapi recovery ratenya naik lebih banyak meski masih di bawah nasional. Kalau kita lihat lebih detail sebetulnya masalahnya ada di Surabaya Raya. 82,1 persen dari seluruh masalah di Jatim ada di Surabaya Raya,” katanya.

Ia menambahkan, dalam dua pekan angka kesembuhan di Surabaya juga mengalami  peningkatan dari 34,1 persen menjadi 45,6 persen. Namun hal itu juga diikuti dengan naiknya tingkat kematian dari 7,61 menjadi 7,87 persen.

“Kesembuhannya cukup tinggi bahkan dari hari ke hari cukup naik, tapi diiringi case-nya juga naik. Kematiannya juga naik. Tapi naiknya lebih tinggi kesembuhannya. Sidoarjo perlu mendapat perhatian yang lebih karena kesembuhannya cenderung menurun. Cuma 13,59 persen. Kematiannya juga turun tapi penurunan case recovery ratenya lebih besar,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed