oleh

Istana Panik Soal Putusan MA Menangkan Gugatan Rachmawati Soekarnoputri

indonesiakita.co – Polemik putusan Mahkamah Agung (MA), soal Peraturan KPU tahun 2019 yang memenangkan Rachmawati Soekarnoputri Cs terhadap PKPU terus memanas. Kini rupanya istana angkat bicara terkait hal ini.

Juru Bicara Presiden Bidang Hukum Dini Purwono mengatakan, penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum, tidak bisa mempengaruhi kemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Diketahui, MA yang memenangkan gugatan pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno Rachmawati Soekarnoputri Cs terhadap PKPU Nomor 5/2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan

“Putusan MA tersebut tidak berpengaruh pada kemenangan pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin karena perolehan suara yang diperoleh pasangan tersebut telah memenuhi persyaratan sebagaimana disebutkan dlm Pasal 6A ayat (3) UUD 45,” ujarnya, hari ini.

Ia mengatakan, bahwa pasangan Jokowi – Ma’ruf mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum. Kemudian, pasangan itu juga mendapatkan sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.

“Berdasarkan Sertifikat Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pilpres 2019 KPU yang sudah ditandatangani, jelas bahwa pasangan Presiden Jokowi – Ma’ruf Amin memperoleh 55,50 persen suara dari total jumlah suara dalam pemilu dan menang di 21 provinsi dgn perolehan suara lebih dari 50 persen di setiap provinsi,” ungkapnya.

Adapun menurutnya, pasal yang dibatalkan oleh MA adalah Pasal 3 ayat (7) PKPU No 5 Tahun 2019 karena dianggap bertentangan dengan UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pasal tersebut mengatur dalam hal hanya terdapat dua paslon, maka KPU dapat menetapkan paslon yang memperoleh suara terbanyak sebagai paslon terpilih. Syarat minimum perolehan suara di setiap provinsi menjadi hilang dalam pasal ini.

Sementara itu, tambah Dini, mekanisme penetapan berdasarkan Pasal 3 ayat (7) PKPU tersebut tidak digunakan dalam penentuan pemenang dalam Pilpres 2019 lalu. “Pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin ditetapkan sebagai paslon terpilih karena mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari total jumlah suara dalam pemilu dan menang di lebih dari setengah provinsi di Indonesia dengan suara lebih dari 20 persen di setiap provinsi,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed